Gencatan Senjata Tak Bertahan
PBB Bahas Rencana Kirim Pengawas ke Syria
Minggu, 15 April 2012 – 10:01 WIB

Gencatan Senjata Tak Bertahan
DAMASKUS - Sesuai prediksi, gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi di Syria tidak bertahan lama. Pada hari ketiga kemarin (14/4), pasukan rezim Presiden Bashar al-Assad kembali menggempur sarang oposisi di Kota Homs, sekitar 162kilometer utara Damaskus. Seorang tewas dan beberapa lainnya dilaporkan terluka akibat serangan pertama pasca-gencatan senjata yang berlaku pada Kamis lalu (12/4) tersebut.
"Semalam, sebagian wilayah kota kuno Jouret al-Shiyah dan Al-Qaradis menjadi target serangan (tentara Assad). Saya mendengar sedikitnya delapan ledakan lewat tengah malam tadi," kata Karm Abu Rabea, aktivis oposisi yang tinggal di Homs, kemarin. Dia mengatakan bahwa pasukan pemerintah menembakkan sejumlah roket ke kota yang belakangan menjadi ajang bentrok dua kubu tersebut.
Dari wilayah lain, Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) melaporkan bahwa serangan pada Jumat malam (13/4) sampai dini hari kemarin melukai beberapa warga. Seorang penduduk Homs dilaporkan tewas.
Walid al-Fares, aktivis lain, menyatakan bahwa pasukan pemerintah tidak hanya menembakkan roket. "Mereka juga melepaskan tembakan secara membabi-buta," ujarnya.
DAMASKUS - Sesuai prediksi, gencatan senjata antara pasukan pemerintah dan kelompok oposisi di Syria tidak bertahan lama. Pada hari ketiga kemarin
BERITA TERKAIT
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar
- Update Gempa Myanmar: Korban Meninggal Dunia Mencapai 2.800 Orang
- Amerika Bakal Persulit Pemohon Visa yang Suka Menghina Israel di Medsos