Genjot Digitalisasi Pembelajaran, Tanoto Foundation Melatih 10 Ribu Pendidik

Golda mengatakan pelatihan tersebut ditujukan agar guru bisa memadukan konsep belajar mandiri dan terpandu.
"Selain itu, memanfaatkan ragam teknologi digital untuk mendukung pembelajaran di kelas," kata Golda.
Golda mengatakan pelatihan dan pendampingan akan berjalan sekitar tiga bulan. “Kami akan terus belajar bersama para guru dan kepala sekolah di lapangan untuk memperbaiki sistem pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan anak-anak tidak hanya di masa kini tapi juga untuk masa depan mereka nanti,” jelas Golda.
Peserta akan difasilitasi untuk berpraktik langsung bersama fasilitator program PINTAR.
Menurut Golda, fasilitator akan memberi penguatan, pendampingan, dan menciptakan ruang diskusi antarguru untuk memastikan teknologi dapat dimanfaatkan dalam pelatihan maupun pembelajaran di kelas.
Pada acara ini Tanoto Foundation juga memperkenalkan website PINTAR terbaru yang berfungsi sebagai sumber belajar bagi guru, orang tua, kepala sekolah, dosen, pemangku kepentingan, dan mitra pembangunan.
Pengguna website dapat memanfaatkan praktik-praktik baik yang inovatif dan praktis yang telah dikurasi oleh tim ahli untuk diterapkan langsung.
Website berguna untuk meningkatkan kualitas pembelajaran aktif, literasi, manajemen sekolah, parenting, dan penyiapan mahasiswa calon guru yang berbasis praktik.
CEO Global Tanoto Foundation J. Satrijo Tanudjojo mengatakan transformasi pembelajaran menggunakan teknologi harus dimulai dari diri guru-guru dan tenaga pendidik yang akan menjadi fasilitator pembelajaran.
- 204 Mahasiswa Terima Beasiswa TELADAN, Ada Pemegang Kartu Indonesia Pintar Kuliah
- ITTS dan IDCloudHost Jalin Kerja Sama Dorong Digitalisasi Pendidikan
- Bappenas-Tanoto Foundation Luncurkan Buku Putih Peta Kebutuhan SDM
- Sebanyak 96 Mahasiswa Presentasikan Hasil Riset di Knowledge Summit
- Arasoft Dorong Digitalisasi Pendidikan di Indonesia
- Menteri PPPA: Intervensi kepada Anak Usia Dini Memutus Mata Rantai Kemiskinan