Genjot Ekspor Nasional, Wamentan Harvick Resmikan Kawasan Budidaya Nanas Prabumulih

Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya menambahkan komoditas nanas dari daerahnya merupakan produk berkualitas yang sudah mendapat izin ekspor ke Singapura.
Namun demikian, jumlah produksi yang ada saat ini masih terbatas karena hanya 100 kilogram per bulan.
Sementara itu, total permintaan sebanyak 2 ton per bulan.
"Ke depan kami berharap bantuan-bantuan dari pemerintah pusat, mulai dari bibit nanas dan alat-alat pengelolaannya dapat menggenjot produktivitas nanas di Prabumulih," kata Wali Kota Ridho Yahya.
Sebagai informasi, Kota Prabumulih merupakan penghasil nanas terbesar di Sumatera Selatan.
Nanas asli Prabumulih memiliki rasa yang manis dan limbah nanas tersebut dapat dimanfaatkan untuk bahan kain tenun.
Dalam kunjungan ini, Wamentan Harvick didampingi Wali Kota Ridho Yahya, Wawali Prabumulih Andriansyah Fikri, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Giri Ramanda N Kiemas, dan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel Bambang Pramono. (mrk/jpnn)
Wamentan Harvick meresmikan kawasan budidaya nanas Prabumulih dan mendorong produksinya terus berkembang dan menjadi komoditas andalan ekspor
Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran
- Lewat Ekspor, 5,2 Ton Kerapu Asal Wakatobi Tembus Pasar Hong Kong
- Perusahaan Asal Probolinggo Catat Ekspor Perdana Uniform Senilai Rp 3,3 M ke Singapura
- Bea Cukai Berikan Fasilitas Kawasan Berikat untuk Produsen Tas Jinjing di Jepara
- Lewat Ekspansi Ekspor Produk Tembakau Inovatif, Sampoerna Dukung Pertumbuhan Ekonomi
- PT BRA 3 Kalasan Sukses Ekspor Pakaian Dalam Wanita ke AS, Ini Harapan Bea Cukai