Geopark Jadi Tempat Usaha Ternak, Warga Surati Pak Jokowi
jpnn.com, GUNUNGKIDUL - Masyarakat Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tak main-main menyikapi kebijakan daerah pemerintah setempat terkait usaha peternakan di Padukuhan Pacarejo, Semanu yang berada di kawasan Geopark Gunung Sewu.
Terlebih, PT Widodo Makmur Unggas (WMU) yang membangun usaha peternakan besar jelas-jelas belum mengantongi izin mendirikan bangunan di kawasan warisan dunia versi UNESCO itu.
Sayangka, sejauh ini Pemkab Gunungkidul tidak mengambil langkah tegas. Bahkan, usaha peternakan itu sudah berproduksi.
Koordinator Jejaring Rakyat Mandiri (Jerami) Gunungkidul Rino Caroko menyesalkan ketidaktegasan pemda setempat dalam menyikapi masalah ini. Dia curiga ada pejabat pemkab yang memiliki kepentingan tertentu di balik masalah tersebut.
“Dugaan saya ada dua. Baik bupati, wakil bupati, atau pejabat teras lain main belakang dengan perusahaan. Kedua (pemkab, Red) takut kehilangan investor,” ujarnya seperti diberitakan Radar Jogja. Baca juga: Duh, Kok Bisa Ada Peternakan Ayam di Kawasan Geopark
Jika dugaan ‘main belakang’ itu tidak benar, lanjut Rino, pemkab seharusnya bisa mengambil sikap tegas dengan menghentikan aktivitas peternakan. Selain itu, katanya, inspektorat daerah harus mengusutnya sampai tuntas.
Sebaliknya, jika alasan pemkab karena khawatir kehilangan investor, Rino tak mau ambil pusing. “Mau investasi triliunan sekalipun kalau menabrak aturan ya harus disetop. Pemkab jangan semata-mata mencari keuntungan untuk mendongkrak PAD (pendapatan asli daerah),” sindirnya.
Sebagaimana diketahui PT WMU berencana membangun kawasan peternakan di atas lahan seluas 20 ribu meter persegi. Saat ini sudah terealisasi sekitar 8 ribu meter persegi.
Masyarakat Gunungkidul memprotes keberadaan usaha ternak berskala besar yang merambah kawasan Geopark Gung Sewu.
- Jokowi dan Korupsi
- 100 Hari Rezim Prabowo, Pengamat: Berupaya Lepas dari Bayang-Bayang Solo
- Jokowi Lakukan Pertemuan Terbatas dengan Sultan HB X di Klaten
- Temui Jokowi di Solo, KKPG Dorong Gibran Jadi Kader Golkar
- Jokowi Masuk Daftar Pimpinan Korup, PBNU: Apakah Lembaganya Kredibel?
- Sugeng Budiono Apresiasi Kritik Haidar Alwi Terhadap Survei OCCRP