Georgia Rayakan HUT Kemerdekaan, Duta Besar Irakli Punya Harapan Besar

jpnn.com, JAKARTA - Georgia bersukacita merayakan hari kemerdekaannya hari ini (26/5). Momen ini sangat bermakna sebagai penentu status kenegaraan Georgia.
Pada 1921, Uni Soviet menganeksasi Georgia selama 70 tahun. Pada 1991, barulah Georgia kembali merdeka dan memulai transformasi demokrasi dan ekonomi.
Negara yang terletak di pantai timur Laut Hitam dan di sisi selatan puncak utama Pegunungan Kaukasus Besar dikenal sebagai wilayah anggur tertua di dunia.
Negara ini juga dilintasi Jalur Sutra sebagai jalur perdagangan yang menghubungkan India dan Asia Tengah dengan Eropa.
Reformasi yang efektif dalam kebijakan ekonomi dan pemerintahan telah membuat Georgia mendapatkan reputasi sebagai reformis regional dan global teratas.
Transformasi semacam itu membentuk lingkungan bisnis yang liberal, stabil, aman, dan bebas korupsi. Tujuan ambisius Georgia untuk menjadi salah satu lokasi investasi terbaik di peta dunia tecermin dengan baik dalam sejumlah peringkat internasional yang diakui dengan baik.
Georgia menempati urutan ke-7 dalam laporan Doing Business 2020 oleh Bank Dunia.
Menurut Heritage Foundation, ekonomi Georgia adalah yang paling bebas ke-12 dalam Indeks Kebebasan Ekonomi 2021.
Dalam momen perayaan HUT kemerdekaan Georgia, Duta Besar Irakli Asashvili berharap hubungan dengan Indonesia semakin kuat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Gempa Myanmar, Indonesia Kirim Bantuan Tahap Tiga
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Kuku Bima Meluncurkan Iklan Pariwisata, Perkenalkan Labuan Bajo ke Mancanegara
- IDCI Nilai Pertahanan Siber Seharusnya Jadi Tugas Utama TNI
- Menpar Widiyanti Sebut Peringatan Nuzulul Qur'an Momen Memperkuat Nilai-nilai Kebajikan