Gerah Dituduh Bunuh Khashoggi, Saudi Balik Mengancam

Pada hari yang sama dengan beredarnya statemen Trump, Menteri Dalam Negeri Saudi Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif menegaskan bahwa pihak kerajaan mengkritik maraknya tuduhan palsu terkait hilangnya Khashoggi.
"Kabar bahwa ada perintah kerajaan untuk membunuh Khashoggi adalah bohong dan tuduhan yang tidak berdasar," tegasnya seperti dikutip dari Saudi Gazette.
Sebagaimana diberitakan, Khashoggi dikabarkan dibunuh di kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober. Saat itu Khashoggi datang untuk mengurus surat pernikahannya.
Namun, dia tak pernah keluar lagi dari kantor tersebut. Otoritas Turki menyebut Khashoggi dibunuh 15 orang yang didatangkan dari Saudi. Intelijen Turki dikabarkan memiliki bukti berupa rekaman suara saat pembunuhan berlangsung. (c10/oni)
Arab Saudi tak gentar meski dikritik beberapa negara terkait hilangnya Jamal Khashoggi
Redaktur & Reporter : Adil
- Soal Kebijakan Tarif Trump, Indonesia Diusulkan Dorong WTO Menyehatkan Perdagangan Global
- Menko Airlangga Bertemu PM Anwar Ibrahim, Bahas Strategi Menghadapi Tarif Resiprokal AS
- Trump Terapkan Bea Masuk Tinggi ke Produk RI, Misbakhun Punya Saran untuk Pemerintah & BI
- Ekonom Ungkap Komoditas yang Bakal Terdampak Kebijakan Tarif Trump
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Respons Pemerintah RI Soal Kebijakan Baru Donald Trump