Gerbang Dorong Penyelesaian Kasus Kekerasan Demi Pemilu 2024 Berjalan Aman dan Damai

Dalam momen tersebut, semua peserta menyalakan lilin dan menggunakan pita hitam di lengan sebagai perasaan berkabung.
Gerbang ini terdiri dari gabungan beberapa organ sukarelawan Ganjar-Mahfud untuk Presiden 2024, di antaranya Barabaja, Beta Ganjar, Republik Ganjar dan lainnya yang banyak diisi oleh para aktivis 98.
"Kami tergerak karena banyaknya kekerasan menjelang Pemilu 2024. Kejadian di Sleman dan Boyolali merupakan sebuah pelanggaran hak asasi manusia, dan kami akan berjuang hingga nanti ke Komnas HAM untuk mengusut tuntas unsur pidananya," kata Marlin Bato selaku Presedium Gerbang.
Menurut Marlin, kejadian ini sangat perlu disuarakan.
Sebab, jika didiamkan, kasus yang sama soal pelanggaran HAM dan kemanusiaan akan terulang kembali.
"Demokrasi bukan untuk membunuh, demokrasi bukan untuk penganiayaan. Kami akan melawan kekerasan apapun tujuannya. Kami berdiri dan melawan intimidasi. Sekali lagi, jangan ada kekerasan dalam pemilu, karena semua anak-anak bangsa," tegasnya.
Dia meminta kepada pihak terkait harus benar-benar profesional mengungkap kasus ini secara transparan, karena ini murni pidana dan ada HAM di kasus ini.
"Kami tidak ingin pelanggar HAM untuk memimpin bangsa Indonesia," tegasnya kembali.
Lewat aksi kemanusian, Gerbang mendorong penyelesaian kasus kekerasan demi terciptanya Pemilu 2024 berjalan aman, damai, tanpa intimidasi dan penganiayaan
- Teror ke Tempo Dianggap Melanggar HAM, Polisi Diminta Usut Secara Transparan
- Tokoh Agama Minta Masyarakat Papua Tak Terprovokasi Isu Pelanggaran HAM
- Munafrizal Manan: Isu RUU TNI Timbulkan Pelanggaran HAM Terlalu Dipaksakan
- Perdebatan Hak Asasi Manusia Dalam Perspektif Para Pendiri Bangsa
- Dinilai Memicu Segudang Masalah, PSN Merauke Tuai Kritik Keras
- Komnas HAM Temukan Sejumlah Masalah dalam RUU TNI