Gerbong KRL Jadi Arena Selingkuh
Minggu, 07 Februari 2010 – 08:58 WIB

Gerbong KRL Jadi Arena Selingkuh
BOGOR--Memang perlu penelitian khusus untuk membuktikan pengakuan salah seorang anggota komunitas Angker (anak kereta) ini. Isman Munandar (27), anggota Angker itu, bercerita, perselingkuhan kerap terjadi di atas gerbong kereta. Tidak sebatas selingkuh, namun sesama anggota Angker bisa saling berjodoh dan berujung pernikahan. Menurut Isman, bagi pengguna jasa kereta listrik (KRL), terutama mereka yang tergabung dalam komunitas KRL, cari jodoh dan perselingkuhan bukan hal yang aneh. Bahkan, kata dia, banyak juga komunitas KRL yang berselingkuh melanjutkan hubungannya hingga jenjang pernikahan dan memiliki buah hati. Lagi-lagi sayang, Radar tidak menemui pengguna KRL yang melakukan itu semua.
"Biasanya, pelaku perselingkuhan ini terjadi ketika masing-masing pengguna jasa KRL sudah saling mengenal. Pelaku perselingkungan terlebih dulu dilakukan kaum perempuan. Alasan mereka berselingkuh karena pengguna KRL, khususnya perempuan merasa mendapat pengamanan selama perjalanan dari penggunan KRL lelaki. Mungkin mereka merasa, ada yang menjaga mereka dan lebih perhatian," beber Isman kepada Radar Bogor, kemarin.
Baca Juga:
Lebih lanjut dia cerita, perselingkuhan ini bukan hanya terjadi bagi pasangan menikah saja, tapi terjadi di pasangan yang belum menikah atau berpacaran. Umumnya perselingkungan ini terjadi di gerbong tiga dan empat. Mereka sebelumnya membuat janji untuk bertemu di gerbong tersebut.
Baca Juga:
BOGOR--Memang perlu penelitian khusus untuk membuktikan pengakuan salah seorang anggota komunitas Angker (anak kereta) ini. Isman Munandar (27),
BERITA TERKAIT
- Rapat Bareng Komisi IV, Menhut Singgung Perintah Prabowo dan Penertiban PBPH
- GSRI Umumkan Hasil Riset Terbaru Soal Program Makan Bergizi Gratis, Jangan Kaget
- Kasasi Ditolak MA, Eks Mentan Syahrul Yasin Limpo Tetap Divonis 12 Tahun Penjara
- Usut Kasus Gratifikasi, KPK Periksa Pemeriksa Pajak di Kemenkeu
- Seusai Ikuti Retret Kepala Daerah, Ahmad Luthfi Langsung Berdinas
- Menjelang Ramadan, Polres Banyuasin Bagikan Paket Sembako untuk Mahasiswa