Gereja Brethren, Migran, dan Petani Setempat Hidupkan Kota Kecil di Australia Barat

Sisanya, katanya, habis terjual dalam setahun.
Keith Carter menyebut keberhasilan kotanya sebagian besar karena lapangan kerja yang ditawarkan oleh perusahaan-perusahaan yang dijalankan oleh para pengikut Brethern.
Di antaranya ada perusahaan produksi plastik, beton, pertambangan, dan plastik yang sebagian besar dikelola oleh pengikut Brethern dengan mempekerjakan ratusan karyawan di Dally.
"Yang menggembirakan karena kami kedatangan pengusaha ke kota ini sehingga biar pun sektor pertanian mengalami kekeringan atau kendala keuangan, sektor dunia usaha masih dapat mendapatkan pekerjaan dari semua industri," kata Carter.
"Tentu saja hal ini kemudian berdampak pada toko-toko lokal," tambahnya.
Menyambut para migran
Kim Ray adalah pengikut sekte Brethren yang lahir dan dibesarkan di Dalwallinu. Ia memiliki enam anak dan mengelola usaha pertanian keluarga.
Ketika masa depan di sektor pertanian tampak suram, keluarganya membuka perusahaan teknik pertambangan.
Saat ini perusahaannya mempekerjakan 50 karyawan.
Perpaduan antara pendatang dari kelompok Gereja Brethren, kaum migran, dan petani setempat dinilai sebagai faktor yang mendorong perkembangan kota kecil di pedalaman Australia Barat
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi