Getas, Desa Penjunjung Toleransi di Lereng Gunung

Bagi Suparmin, hidup berbeda agama dalam satu rumah justru saling menguatkan. Sikap toleransi sangat dijunjung tinggi tanpa ada perdebatan sama sekali.
Yang terjadi justru malah saling mengingatkan. “Misalnya, kalau hari Minggu, saya selalu ingatkan anak perempuan saya untuk beribadah di gereja,” ucapnya.
Meski Suparmin berstatus sebagai pemuka agama Buddha di Dusun Kemiri, sikapnya tidak fanatik. “Di dalam rumah, semua harus saling menghormati kepercayaan maupun agama masing-masing,” kata pria berkacamata yang kini menjadi staf di Kecamatan Kaloran itu.
Prinsip yang selalu dijunjung oleh Suparmin cukup sederhana. Yakni, bagimu agamamu, bagiku agamaku.
“Dengan prinsip seperti itu, kami tidak mencampuri atau mempengaruhi satu sama lain. Yang penting kita menjalani kehidupan sesuai ajaran agama masing-masing. Toh, semua agama mengajarkan kebaikan,” tutur pengurus Vihara Avakai Tiswarah itu.
Pluralitas agama di dalam sebuah keluarga juga terjadi pada warga Desa Getas lainnya, Badri. Di dalam keluarganya ada penganut Islam, Kristen dan Buddha.
“Orang tua, bapak-ibu pemeluk Islam. Saya pemeluk Buddha. Sedangkan istri saya Islam. Dua anak saya, awalnya ikut agama istri saya, Islam. Tapi sekarang menjadi pemeluk Kristen,” kata Badri.
Meski berbeda agama, keluarga Badri sangat menjunjung tinggi toleransi. Jika salah satu anggota keluarga melakukan peribadatan, anggota keluarga yang lain akan menghormatinya.
Getas hanyalah sebuah desa di Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Namun, desa yang terletak di lereng Gunung Ungaran itu seolah
- Senator Lalita Buka Puasa Bersama Masyarakat Nelayan, Tekankan Toleransi
- GPII Keluarkan Seruan Jelang Natal dan Tahun Baru 2025
- Terowongan Silaturahim Diresmikan, Simbol Toleransi Umat Beragama
- Perkuat Toleransi di Indonesia, SETARA Institute Luncurkan Rencana Aksi Daerah
- Kumpul Bareng Komunitas Tionghoa di PIK, Ridwan Kamil Gaungkan Toleransi
- Debat Pilgub Sumsel, Eddy Santana Sebut Pentingnya Pendidikan untuk Jaga Toleransi