Gibran dan Potensi Suulkhatimah Politik Jokowi
Oleh: M Mahfuz Abdullah*

Rupanya, tes ombak masuknya Kaesang ke PSI tidak berpengaruh pada posisi Jokowi di mata publik.
Tidak ada reaksi berlebihan dari elite PDI Perjuangan yang menekan keluarga Jokowi.
Ini tentu berbeda dengan reaksi PDI Perjuangan kepada Murad Ismail (Gubernur Maluku Utara) yang tidak bisa mendisiplinkan istrinya, Widya Pratiwi Murat Ismail, yang berpolitik melalui Partai Amanat Nasional (PAN), atau reaksi terhadap Budiman Sudjatmiko yang terang-terangan mendukung Prabowo Subianto sebagai calon presiden.
Tidak bereaksinya elite PDIP ini harus dimaknai sebagai kesabaran tingkat dewa.
Bukan karena PDIP takut kehilangan kursi menteri di Kabinet Indonesia Maju (KIM) di Pemerintahan Joko Widodo.
Kesabaran yang bermakna bahwa PDI Perjuangan sangat dewasa dalam berpolitik sehingga sangat cermat mengambil langkah-langkah politik, apalagi menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.
Akan tetapi, apakah reaksi PDI Perjuangan akan sama ketika Gibran menjadi cawapres Prabowo?
Ini akan menarik kita cermati setelah pendaftaran pasangan ini di KPU, Rabu (25/10) ini.
Apakah PDI Perjuangan akan mengambil langkah menarik dukungan dan secara terang-terangan berhadapan dengan Jokowi?
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar