Gita Dinilai Kabur, Tinggalkan Masalah di Kemendag

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengaku bingung dengan adanya dua pernyataan yang berbeda antara Menteri Perdagangan Gita Wirjawan dengan Menteri Pertanian Suswono terkait pemberian izin impor beras Vietnam.
Gita mengaku bahwa pihaknyalah yang telah memberikan izin impor beras Vietnam atas rekomendasi Kementerian Pertanian, sementara Suswono menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi impor itu. Karenanya Firman meminta Gita untuk mempertanggungjawabkan pernyataannya.
"Tentunya menteri perdagangan harus mempertanggungjawabkan impor beras, kenapa ini ada pernyataan berbeda dengan Kementan. Kementan tegas tidak pernah melakukan rekomoendasi itu, tapi kok Pak Gita malah ngomong gitu," ujarnya dalam diskusi bertajuk 'Main Kotor Beras Impor' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (1/2).
Dia menilai mundurnya Gita dari posisi sebagai menteri perdagangan bukanlah solusi. Firman juga menilai alasan Gita mundur sangat tidak masuk akal apalagi ingin fokus mengikuti konvensi calon presiden dari Partai Demokrat.
"Mundurnya Gita ini bukan solusi, kalau dia ada niatan mengundurkan diri bisa dilakukan jauh sebelum ada kekisruhan impor ini, tapi kenapa mundur dalam kondisi seperti ini," keluh dia.
Seharusnya kata Firman, Gita mundur dengan membawa nama baik di kementerian perdagangan bukan malah meninggalkan masalah.
"Ok lah hari ini Gita mengundurkan diri untuk menghindar masalah. Tetap dia harus mepertangungjawabkan izin impor. Enggak seenaknya saja tinggal nyelonong pergi gitu aja. Kalau saya liat dia kabur, bukan mengundurkan diri," cibir Firman. (chi/jpnn)
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IV DPR Firman Soebagyo mengaku bingung dengan adanya dua pernyataan yang berbeda antara Menteri Perdagangan Gita Wirjawan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Prof Agus Surono: Jangan Biarkan Satu Institusi Menjadi 'Superbodi'
- Selamat, Guru Besar Untar Profesor Ariawan Gunadi Raih Penghargaan Internasional
- Baznas (Bazis) DKI Luncurkan 18 Program Ramadan, Target Kumpulkan ZIS Rp 120 Miliar
- Sritex Setop Operasional 1 Maret, Karyawan Teken Surat PHK
- Menteri Trenggono: Kades Kohod & Staf Diberi Waktu 30 Hari Bayar Denda Rp 48 M
- Aktivis Muda: Kritikan Konstruktif Perlu untuk Beri Masukan Kepada Pemerintah