GMAK Desak KPK Segera Basmi Wabah Korupsi di Aceh

Tampak hadir dalam aksi itu, Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Aceh, Tgk. Muslim At Thahiri, dan Koordinator Aksi GMAK, T. Khairul Rijal. Aparat Kepolisian dari Mapolres Lhokseumawe, turut mengawal dengan ketat jalannya aksi.
“Jangan ada kelompok tertentu di Aceh dengan mengataskan namakan masyarakat Aceh untuk membela pelaku tindak korupsi,”tegas Koordinator Aksi GMAK, T. Khairul Rijal, dalam orasinya dihadapan ratusan massa.
Pihaknya mendesak KPK untuk segera membuka kantor khusus di Aceh, agar bisa langsung mengawasi pengelolaan anggaran di Pemerintahan Aceh. Khususnya, menyangkut dengan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), yang telah dikucurkan Pemerintah Pusat pasca perdamaian Aceh.
Apalagi, sudah triliunan rupiah lebih DOKA diberikan untuk Aceh, tapi kita rakyat Aceh masih hidup di bawah garis kemiskinan. Akibat pengelolaan dana tersebut tidak maksimal dan lebih kepada kepentingan pribadi, ketimbang untuk pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
“Kasus indikasi korupsi yang terjadi di Aceh saat ini sangat memalukan dan menjatuhkan marwah Aceh. Karena dugaan korupsi itu dari level kepala daerah di Aceh. seharusnya pemimpin itu menunjukan sikap teladan dan contoh baik kepada rakyat atau masyarakat,” tegasnya. (arm/mai)
Ratusan massa yang menamakan diri Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (GMAK) Kota Lhokseumawe dan Aceh Utara berunjuk rasa di Taman Riyadah, Lhokseumawe, Kamis.
Redaktur & Reporter : Budi
- Kebakaran Menghanguskan 18 Rumah Dinas TNI di Aceh
- Ini Identitas Korban Minibus Masuk Jurang di Sabang, 1 Tewas
- 8 Orang Tewas Kecelakaan Selama Arus Mudik 2025 di Aceh
- GMSK Dukung KPK Dalami Keterlibatan Febrie Diansyah di Kasus TPPU SYL
- KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Febri Diansyah
- Pengacara Ungkap Tiga Kelemahan Jaksa Jawab Eksepsi Hasto, Silakan Disimak