Go Green Penting untuk Keberlanjutan Bisnis dan Lingkungan, Simak Hasil Survei Herbalife Nutrition

1. Mengadopsi sistem pangan nabati
Penelitian mengungkapkan bahwa mengadopsi sistem pangan nabati membawa manfaat yang jelas bagi kesehatan, dan dampak positif bagi lingkungan.
"Di wilayah Asia Pasifik, survei kami mengungkapkan bahwa dua dari lima konsumen terbuka untuk makanan nabati dan tanpa daging, dengan hampir 80 persen menyebut kesehatan sebagai alasan nomor satu," ujarnya.
Transisi ke lebih banyak produksi makanan nabati akan menciptakan lebih banyak pilihan bagi konsumen dan mendorong mereka untuk makan makanan berbahan nabati.
2. Kemasan yang ramah lingkungan
Kesadaran dan permintaan konsumen juga meluas ke pemanfaatan kemasan yang ramah lingkungan. Berdasarkan hasil survei, enam dari 10 konsumen APAC akan memilih produk nutrisi dengan kemasan ramah lingkungan, bahkan 67 persen berencana atau siap untuk mengalihkan pilihan mereka ke merek-merek yang mengadopsi kemasan yang ramah lingkungan.
Dengan meningkatnya kesadaran konsumen akan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh kemasan produk, perusahaan dapat mempertimbangkan untuk meningkatkan kualitas kemasan dengan menggunakan bahan yang lebih ramah lingkungan.
“Herbalife Nutrition tengah berupaya mencapai target global termasuk menggunakan lebih banyak bahan plastik berbasis daur ulang dengan memasukan 25 persen PCR (post-consumer resin) dalam tabung kemasan Formula 1, dan akan memulai menerapkan rencana ini di beberapa pasar kami di kawasan Asia Pasifik,” terang Stella.
Go Green penting untuk keberlanjutan bisnis, dan lingkungan. Simak hasil survei Herbalife Nutrition di 11 negara Asia Pacific
- Ambil Alih 99% Saham CKBD, CBDK Hadirkan Hotel Bintang 5 di Kawasan NICE
- Hizrah Bacan Fokus Mengembangkan Bisnis Madu Hijau
- Serukan Jaga Lingkungan, Kapolda Riau Inisiasi Penanaman 10.000 Pohon
- Ralali Siap Dukung Perjalanan Mudik Lebih Nyaman
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Berkah Ramadan, Petrokimia Gresik Blusukan hingga Gelontorkan Bantuan Rp 2 Miliar