Golden Buzzer untuk Putri Ariani & Wrong Speech Ala Jokowi
Oleh Dhimam Abror Djuraid

Putri sangat beruntung karena Simon memilihnya sebagai pemenang golden buzzer. Dengan golden buzzer itu, Putri bisa langsung masuk ke babak semifinal.
Kemenangan Putri disambut meriah oleh netizen Indonesia. Semua bangga terhadap penampilan Putri. Kualitas suaranya prima, permainan pianonya bersih, kepercayaan dirinya tinggi, dan bahasa Inggrisnya flawless.
Pada saat hampir bersamaan, netizen Indonesia menyaksikan Presiden Jokowi memberikan pidato dalam bahasa Inggris di forum Ecosperity Week di Singapura. Dalam pidatonya, Jokowi menyematkan gimik soal dinamika Pilpres Indonesia pada 2024.
Di pembukaan sambutannya, Jokowi bertanya kepada audiens soal siapa pemenang Pilpres Indonesia nanti. Lalu, Jokowi pura-pura kaget dan seketika merasa dirinya salah naskah pidato.
"Di hari yang indah ini saya ingin bertanya kepada Anda, siapa yang akan menang tahun depan pada pemilihan presiden,’’ kata Jokowi yang membuat sebagian audiens tertawa dan sebagian lainnya bingung.
Kemudian Jokowi berujar, "Ah, wrong speech (salah ucap, red)."
Jokowi meminta maaf karena sudah salah pidato. Ia pun melanjutkan pidato tentang pembangunan di Ibu Kota Negara (IKN) dan menjamin akan tetap berlanjut siapa pun nanti yang menjadi presidennya.
"Saya minta maaf atas kesalahan pidato tadi. Semuanya akan baik-baik saja, tak ada yang perlu dikhawatirkan. Investasi Anda akan terus aman dan juga keberlanjutan ibu kota baru akan diteruskan," kata Jokowi.
Penampilan Putri Ariani sungguh membanggakan America's Got Talent (AGT). Presiden Jokowi menggunakan gimik 'wrong speech' saat berpidato di Singapura.
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Hasil Survei Cigmark Tentang Ketua Wantimpres, Setia Darma: Jokowi Cocok dan Layak
- Apakah Jokowi Akan Bergabung dengan PSI? Begini Analisis Pakar