Golkar Aceh Mendukung Program PP AMPG untuk Bersihkan 444.000 Rumah Ibadah di Indonesia

jpnn.com, BANDA ACEH - Ketua DPD I Partai Golkar Aceh H. Teuku Muhammad Nurlif mendukung Program DPP Partai Golkar/PP AMPG untuk membersihkan 444 000 Rumah ibadah di seluruh Indonesia.
Hal tersebut disampaikan M Nurlif seusai menyaksikan tim pembersihan Rumah Ibadah di kawasan Masjid Baiturahman Kota Banda Aceh pada Jumat (4/4/2025).
Nurlif menyatakan dirinya menyaksikan program yang sangat mulia ini sebagai bentuk dukungan DPP Partai Golkar/Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) pada acara Gerakan Bersih-Bersih 444.000 Rumah Ibadah dan pemberian paket sembako kepada Marbot Masjid di Kawasan Masjid Baiturahman Banda Aceh.
Lebih lanjut, Nurlif menyampaikan apresiasi kepada DPP Partai Golkar melalui PP AMPG bergerak untuk umat dari Sabang sampai Merauke membersihkan 444.000 rumah ibadah.
Hal ini merupakan bentuk kepedulian Ketum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia kepada umat di seluruh Indonesia.
Dia mengayakan program ini menjadi inspirasi bagi DPD I Partai Golkar di Seluruh Indonesia.
“Program ini sangat bermanfaat dan patut kita dukung bersama,” ungkap M Nurlif didampingi Drs H Lukman CM bersama H.M Natsir, SE, H. Jamaluddin, Ketua/Pengurus DPD AMPG Aceh.
Pada acara itu, Ketua Umum PP AMPG Datuk H Said Aldi Al Idrus menyampaikan salam dari Ketum DPP Golkar Bahlil Lahadalia kepada ketua/Pengurus DPD I Partai Golkar dan DPD AMPG Aceh.
Ketua DPD I Partai Golkar Aceh H Teuku Muhammad Nurlif mendukung Program DPP Partai Golkar/PP AMPG membersihkan 444 000 Rumah ibadah di seluruh Indonesia.
- Ahmad Andi Bahri Mundur dari Jabatan Sekjen DPP AMPI Setelah Pemulihan Nama Baiknya
- PP AMPG Berikan 1.000 Paket Sembako Kepada Masyarakat dan Anak Yatim di Deli Serdang Sumut
- Hadiri Buka Puasa Bersama PM Kamboja, Ketum PP AMPG Sampaikan Salam dari Presiden Prabowo & Ketum Golkar Bahlil
- Bahlil, Kawulo, Santri, dan Cita-Cita Republik
- PP AMPG Bagikan 10 Ribu Paket Bantuan untuk Korban Bencana-Fakir Miskin di Ramadan
- Ridwan Kamil Paham Penggeledahan Rumahnya oleh KPK Hanya Risiko, Maksudnya?