Golkar Ingin Sistem Pemilu Campuran
Rabu, 29 Februari 2012 – 11:36 WIB

Golkar Ingin Sistem Pemilu Campuran
PKS menginginkan sistem proporsional tertutup dengan berbagai alasan. Pertama, alasan konstitusional. Kedua, amanat UU Parpol agar sistem kaderisasi partai. Penyampaian sikap partai di DPR/DPRD juga dilakukan dengan logika sikap Fraksi. Sistem tertutup dengan sistem pree eliminary party. Ketiga, dengan sistem tertutup ini bisa mengurangi mahalnya ongkos pemilu.
Mengenai besaran Dapil: 3-10 untuk DPR RI dan 3-12 untuk DPRD.
PDIP menginginkan sistem proporsional tertutup. Alasannya, pertama tidak ada saksi perorangan pada Pemilu 2009 yang muncul, tetapi saksi partai. Kedua, laporan keuangan kampanye hanya dilakukan oleh partai, sementara penggunaan keuangan individu tidak dilaporkan. Ketiga, individualistic sistem lebih kuat daripada kolektivisme sistem, karena bukan partai yang diperkuat. Mengenai besaran Dapil 3-8 untuk DPR RI dan 3-10 untuk DPRD.
Sedangkan Golkar menginginkan sistem campuran. Yakni kombinasi proporsional terbuka dengan proporsional tertutup. "Dalam sistem campuran ini, bisa menjawab kekhawatiran berbagai pihak dari dua kubu yang menginginkan sistem yang berbeda dan sama-sama kuat," kata Nurul Arifin.
JAKARTA -- Anggota Panitia Kerja (Panja) Rancangan Undang-undang (RUU) Pemilihan Umum (Pemilu) Fraksi Partai Golkar Nurul Arifin, mengatakan, rapat
BERITA TERKAIT
- Bakal Pimpin PKB Bali, Ahmad Iman Sukri Diajak Cak Imin Sowan Kiai di Tapal Kuda
- Riset IDSIGHT: Menag Nasaruddin & Menko AHY Masuk Jajaran Menteri Berkinerja Terbaik
- Megawati Usulkan KAA Jilid II Bahas Kondisi Global dan Kemerdekaan Palestina
- 6 Bulan Prabowo-Gibran: 74 Persen Puas, tetapi Ekonomi Penuh Tantangan
- 6 Bulan Kabinet Prabowo-Gibran: Komunikasi Publik & Kontroversi Menteri Jadi Catatan
- OSO Minta Anggota DPRD dari Partai Hanura Seluruh Indonesia Berkomitmen Membela Kepentingan Rakyat Daerah