'Golkar Terpuruk, Maka Saya Maju'
Senin, 27 Juli 2009 – 15:02 WIB

'Golkar Terpuruk, Maka Saya Maju'
JAKARTA -- Yuddy Chrisnandi mengaku keinginannya untuk menjadi orang pertama di Partai Golkar didorong oleh obsesinya yang ingin memulihkan kondisi partai berlambang beringin itu dari keterpurukannya 5 tahun terakhir. "Ini sebuah fakta mengerikan. Perolehan suara Golkar pada pemilu 2004 berjumlah 21 persen, lalu pemilu 2009 14,5 persen. Terakhir, di Pemilihan Presiden 8 Juli 2009 lalu yang mengusung Jusuf Kalla yang diyakini sebagai kader terbaik Golkar, ternyata hanya mampu mendapat 12 persen perolehan suara," kata Yuddy saat jumpa pers bersama tim suksesnya di Graha Niaga, Jakarta, Senin (27/7). Karena itu, lanjutnya, Golkar harus mempersiapkan diri agar bisa kembali berjaya pada 2014. Kita bersama teman-teman tidak ingin Golkar menjadi fosil yang pantas dimuseumkan dalam ruang sejarah politik nasional.
Kondisi memburuk ini tidak boleh disesali dan dibiarkan berlarut-larut. Untuk itu, lanjut Yuddy, dengan kesadaran yang penuh dirinya secara resmi mendeklarasikaan diri menjadi calon Ketua Umum Partai Golkar. "Jadi tidak ada hubungannya dengan muda atau tua. Saya maju bersama teman-teman karena memiliki kesadaran kolektif untuk menyelamatkan partai Golkar, meraih kejayaan kembali di masa datang," tegas Yuddy.
Baca Juga:
Dijelaskan Yuddy, tanpa kesadaran kolektif dari internal Golkar sendiri, sulit bagi Golkar untuk berubah ke arah yang lebih baik lima tahun mendatang. Sikap konservatif dan tidak tanggap atas keinginan masyarakat terkait tuntutan inovasi-inovasi, perubahan dalam visi, program, dan kebijakan partai harus segera ditinggalkan. "Saya memprediksi Partai Demokrat, PKS, Hanura, Gerindra dan juga partai lain akan mempersiapkan calon pemimpinnya yang handal untuk menjawab tantangan zaman di masa mendatang," tegas Yuddy.
Baca Juga:
JAKARTA -- Yuddy Chrisnandi mengaku keinginannya untuk menjadi orang pertama di Partai Golkar didorong oleh obsesinya yang ingin memulihkan kondisi
BERITA TERKAIT
- Ibas Ajak Semua Kader Demokrat Buat Program untuk Kesejahteraan Rakyat
- Ahli Kepemiluan Usul Ambang Batas Maksimal 50 Persen di Pilpres dan Pilkada
- Bahlil Digugat ke Mahkamah Golkar Gegara Ganti Ketua DPR Papua Barat Daya Tanpa Prosedur
- Soedeson Soroti Eksekusi Rumah Warga di Bekasi, Penegak Hukum Diduga Langgar Prosedur
- Polemik Band Sukatani soal Lagu Bayar Polisi, Dewi Juliani: Itu Kritik yang Harus Diterima
- Pakar Sebut Gap Politis Bikin Prabowo & Megawati Sulit Bertemu