Golkar Tolak Politik Dua Kaki
Jumat, 06 Januari 2012 – 11:50 WIB
Hal senada disampaikan Wakil Sekretaris Jendral Bidang Infrastruktur & Transportasi DPP Golkar, Muhidin M Said. Muhidin menyatakan, selain parpol, aparat pemerintah pun sehrusnya ikut melakukan instropeksi diri. Ia menilai, kejadian belakangan ini yang membuat konstalasi politik menjadi gaduh, terbukti telah banyak merugikan masyarakat.
Baca Juga:
“Kasus mesuji yang menghebohkan belum selesai, kini sudah ada kasus penangkapan bocah 5 tahun karena diduga mencuri sandal. Ini kan sangat memprihatinkan. Stabilitas politik yang diharapkan tentu bakal jauh dari harapan,” ujarnya saat dihubungi wartawan, kemarin.
Wakil Ketua Komisi V DPR ini menyatakan, daripada saling menyalahkan, seharusnya masalah seperti ini diselesaikan secara bersama-sama. Caranya dengan melakukan komunikasi yang intensif dengan pihak-pihak terkait. “Lebik baik kita duduk bersama menyelesaikan masalah ini. Kalu masalah seperti ini dibiarkan berlarut-larut, kasihan masyarakat yang jadi korban,” tuturnya.
Muhidin membantah kalau selama ini Golkar melakukan kegaduhan politik apalagi sampai melakukan politik dua kaki. Sebab para kader Golkar memang telah dibiasakan untuk berpolitik santun. Kalaupun ada sedikit konflik yang terjadi dengan sesama parpol koalisi, menurutnya hal itu tidak perlu terlalu dibesarkan. “Itu kan hanya persoalan yang perlu diluruskan. Caranya ya dengan komunikasi antara sesama parpol koalisi,” tuturnya.
JAKARTA--Imbauan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar elite parpol tidak kerap membuat kegaduhan politik disambut positif Partai Golkar.
BERITA TERKAIT
- Ridwan Kamil dan Istrinya Nyoblos Pilkada di Bandung
- Prananda Prabowo dan Pramono Dampingi Megawati Mencoblos di Kebagusan
- Pastikan Pilkada Berjalan Aman, Irjen Iqbal Patroli ke 4 Kabupaten
- Calon Gubernur Sumsel Herman Deru Nyoblos di TPS 27
- Pitoeng & Sukarelawan Bikin Satgas demi RIDO, Tampung Laporan Kecurangan Pilgub Jakarta
- Pram Berharap Pilkada Jakarta Bisa Satu Putaran agar Tak Ada Ketegangan