Google Luncurkan Peta Bawah Laut ‘Great Barrier Reef’ Pertama di Dunia

“Mereka bisa terjun ke air, melakukan penyelaman secara virtual dan melihat bagaimana perbedaan terumbu karang di sepanjang 2300 kilometer,” ungkap Richard.
Juru bicara Google, Shane Treeves, berharap agar aplikasi terbaru ini bisa memberi kesempatan kepada orang-orang di seluruh dunia untuk melihat keindahan Great Barrier Reef.
“Bisa melihat suasana bawah laut di mana tak banyak orang mengunjunginya, membuat masyarakat mengerti betapa indahnya lokasi ini, tak hanya di Australia tapi juga di seluruh dunia,” ujarnya.
Ia menambahkan, “Yang harus anda lakukan adalah tarik ikon ‘peg man’ pilihan dan anda bisa menyelam secara virtual dari rumah anda untuk mengeksplor gambar-gambar 360 derajat dari lokasi ini.”
Peta bawah laut bantu melacak kesehatan terumbu karang
Lembaga ‘Catlin Seaview Survey’ mengatakan, proyek ini juga sangat penting bagi dunia ilmu pengetahuan, karena ia menciptakan sebuah catatan tentang kondisi terakhir terumbu karang.
Richard menyebut, para peneliti akan kembali turun ke bawah laut di masa mendatang, untuk membandingkan gambar dan mengukur dampak sejumlah ancaman seperti perubahan iklim dan badai siklon.
“Apa yang kami ungkap hari ini adalah salah satu catatan terlengkap dari Great Barrier Reef yang pernah dipublikasikan. Mereka bisa digunakan sebagai rekaman yang sangat akurat untuk memonitor perubahan di lingkungan terumbu karang,” kemukanya.
Dengan peluncuran peta 3 dimensi ‘Great Barrier Reef’ pertama di dunia, aplikasi populer ‘google maps’, yang menampilkan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi