Gubernur Anies Sebut Operasi Yustisi Hanya Menyasar Kalangan Bawah, Tidak Fair!

jpnn.com, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata keberatan dengan operasi yustisi yang rutin digelar pemprov setiap habis Idulfitri. Menurutnya, razia administrasi kependudukan itu tidak adil karena hanya menyasar kalangan bawah.
Padahal, lanjut Anies, yang datang ke Jakarta juga ada yang dari kalangan tengah dan atas.
"Hampir pasti yang di atas tidak tertangkap dalam operasi-operasi yustisia. Yang (operasi) itu diselenggarakan oleh siapa? Oleh kita sendiri," kata saat melepas warga yang mengikuti program Jakarta Mudik Bareng, di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/5)
Atas dasar itu, Anies memutuskan tahun ini tidak ada operasi yustisi. Sebagai gantinya akan digelar pelayanan jasa kependudukan.
"Mulai tahun ini, tidak ada lagi istilah operasi. Yang ada adalah pelayanan jasa kependudukan untuk mereka-mereka yang bekerja di Jakarta," tutur dia.
BACA JUGA: Ace Hasan Tuding Anies Baswedan Sedang Tebar Pesona
Mengenai mudik, Anies berpesan agar warga Jakarta pulang ke kampung halaman dengan selamat. Berkat kedatangan mereka, perekonomiannya bergerak.
"Berkat kedatangan mereka, kesejahteraan kita meningkat. Berkat mereka, Jakarta pendapatan pajaknya meningkat. Karena itu, kita kembalikan pendapatan pajak itu kepada mereka dalam bentuk fasilitas kendaraan pulang mudik," kata Anies.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ternyata keberatan dengan operasi yustisi yang rutin digelar pemprov setiap habis Idulfitri.
- Ikuti Jejak Anies, Pramono Gratiskan Pajak Rumah dengan NJOP di Bawah Rp 2 Miliar
- Fajar Alfian Minta Maaf Atas Ucapannya kepada Simpatisan Anies
- RDF Rorotan Timbulkan Bau Tak Sedap, Pramono Minta Maaf kepada Warga
- Pramono Sebut Pencarian KJP Ditargetkan Sebelum Lebaran
- Kadin DKI Jakarta Dorong Stabilitas Ekonomi, Gubernur Beri Apresiasi
- Tom Lembong Jalani Sidang Perdana, Istri Hingga Anies Memberikan Dukungan