Gubernur Papua Karantina Mandiri Usai Berobat di Singapura
jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Papua Lukas Enembe telah menjalani pengobatan di Singapura. Dia tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) pada Kamis (1/7) pukul 18.05 WIB.
Setelah tiba, Lukas Enembe selama setengah jam mengikuti proses pemeriksaan Imigrasi dan Bea Cukai.
"Pukul 18.40 WIB Gunernur Lukas Enembe menuju pintu keluar Bandara Soetta. Mulai dari kedatangan dari pesawat hingga keluar Bandara Soetta, didampingi oleh Tim Satgas Covid-19 dan dilaksanakan sesuai prosedur," kata Dan Satgas Covid-19 Bandara Soekarno-Hatta Kolonel Tek Sunu Eko P melalui pesan tertulis, Jumat (2/7).
Kolonel Tek Sunu mengatakan Gubernur Lukas berangkat menuju Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, pada pukul 19.10 WIB, dengan menggunakan Alphard nomor polisi B 1839 QH didampingi tujuh orang dari staf protokol Gubernur Papua.
"Gubernur bersama rombongan tiba di Hotel Mandarin Oriental untuk menjalani karantina mandiri setelah kedatangan dari luar negeri. Karantina mandiri merupakan kewajiban dari semua orang Indonesia yang baru pulang dari luar negeri," katanya.
Berdasarkan informasi dari Petugas Hotel Mandarin Oriental, Lukas Enembe telah menjalani pemeriksaan tes PCR Covid-19. Yaitu dari Petugas Hamera Lab (Provider Kesehatan Hotel Mandarin Oriental) setelah tiba di kamar karantina mandiri.
Selanjutnya, tes PCR Covid-19 kedua akan dilaksanakan pada hari terakhir karantina yaitu 5 Juli 2021. (rhs/jpnn)
Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?
Gubernur Papua Lukas Enembe telah menjalani pengobatan di Singapura, dan langsung menjalani karantina mandiri.
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti
- Polisi Bandara Soetta Gagalkan Pengiriman Belasan CPMI ke Kamboja
- Rayakan Hari Pelanggan Nasional, Citilink Bagi-Bagi Hadiah Kepada Penumpang
- Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Terbakar, AP 2: Titik Api di Atas Tenant F&B
- Anggota DPR RI Ujang Iskandar Ditangkap Tim Intelijen Kejagung di Bandara Soekarno-Hatta
- 150 Anak Ikuti Khitanan Ceria Bersama Soekarno Hatta
- Usut Kasus Suap Gubernur Papua, KPK Periksa Direktur RGD Airlines Indonesia