Gudeg sebagai Bekal ke Tempat Terdingin di Muka Bumi

Luka-luka lantaran terpeleset, terantuk batu, terpukul palu, dan lecet di perjalanan menjadi hal biasa yang ditangani seketika.
Bahkan, selama perjalanan pergi dan pulang naik kapal, Nugroho adalah sosok yang tahan banting.
”Kondisi gelombang samudra selatan sangat tinggi dan bisa membuat kapal miring 30 derajat. Saat sebagian besar mabuk laut, saya tidak pernah,” ujarnya.
Kini, menjelang akhir perjalanannya, Nugroho sudah sangat ingin melepas peluk rindunya dengan keluarga.
Dia juga sudah ingin mencicipi ayam goreng kremes dan rawon kesukaannya. Selain itu, dari hasil penelitian, Nugroho memiliki keinginan besar.
Salah satunya, memublikasikan hasil penelitian tersebut dalam jurnal ilmiah, baik nasional maupun internasional.
Sebagian sampel batuan yang dibawa saat ini akan disumbangkan ke museum geologi.
Sebagian lagi digunakan untuk bahan ajar mahasiswanya di kampus.
Bersama tim geologi Jepang, Nugroho Imam Setiawan menjadi satu-satunya peneliti asal Indonesia yang diajak bergabung untuk melakukan penelitian di
- Menlu China Minta Warga Jepang Setop Dukung Taiwan, Ungkit Dosa Era Perang Dunia II
- Arbani Yasiz Ungkap Alasan Melamar Kekasih di Jepang, Ternyata
- GYS Luncurkan Baja Tahan Gempa Plus, Lebih Hemat Biaya
- BNI Bersama JCB Gelar Lucky Draw Berhadiah ke Universal Studio Jepang
- Bahrain Bawa Komposisi Pemain Solid, Timnas Indonesia dan Jepang Mesti Waspada
- Kementan Bersama NCA dan UGM Menggelar Konsultasi Bekerja di Pertanian Jepang