Gunung Agung Akhirnya Meletus

"Freatik artinya yang air tertampung di permukaan kawah karena hujan deras dikombinasikan dengan magma dan mengalami kenaikan," kata Mertasaya.
"Berbahaya bagi penduduk yang tinggal di dalam radius 6 km sampai 7.5 km dari kawah. Zona evakuasi tersebut harus tetap berlaku karena awan debu mengarah ke sana," jelasnya.
"Masyarakat harus waspada, karena gunung berapi tersebut telah memuntahkan awan debu - meski dalam ukuran kecil dan non-piroklastik - tapi debu tersebut tetap akan mempengaruhi masyarakat sekitar Gunung Agung," tambahnya.
Status siaga Gunung Agung belum lama ini diturunkan ke level tertinggi kedua setelah beberapa pekan berada di level tertinggi.
Seperti yang diperkirakan
Skip Twitter TweetFireFox NVDA users - To access the following content, press 'M' to enter the iFrame.
Ahli vulkanologi AS Dr Janine Krippner mengamati perkembangan Gunung Agung sejak bulan September lalu.
"Hal ini yang telah mereka perkirakan sebelumnya," katanya.
"Mereka mengatakan jika terjadi sesuatu kemungkinannya akan kecil. Mungkin akan membesar nantinya tapi (letusannya) dimulai dari yang kecil. Hal ini terjadi seperti yang diperkirakan," jelasnya.
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana
- Kabar Australia: Pihak Oposisi Ingin Mengurangi Jumlah Migrasi