Gunung Garam
Kamis, 11 April 2019 – 05:15 WIB

Dahlan Iskan di Gunung Garam, Pakistan. Foto: disway
Terowongan itu tidak dibuat secara khusus. Yang utama adalah mengambil batunya. Kian lama kian dalam. Jadilah terowongan.
Batu terowongan itulah 'batu garam'. Itu bukan batu, tetapi bongkahan garam. Sekeras batu.
Bongkahan-bongkahan itulah yang diangkut ke pabrik. Untuk dihancurkan dengan. Mesin. Menjadi garam.
Tentu dinding terowongan itu garam juga. Atau terbuat dari batu garam. Yang sudah dibentuk seperti bata. Lalu disusun menjadi dinding terowongan.
Tidak percaya?
Ada risikonya. Seperti yang saya alami.
Saya diminta menjilat dinding bata itu.
Benar saja. Dinding itu asin.
Saya diminta menjilat dinding bata itu. Benar saja. Dinding itu asin. Maka tidaklah berlaku pepatah itu di sini: asam di gunung, garam di laut...
BERITA TERKAIT