Guru Besar FTUI Kembangkan Produk Berbahan Biomassa untuk Kemajuan Industri Herbal

Dia bilang tanaman herbal dapat dimanfaatkan menjadi bahan obat dan kosmetik karena mengandung senyawa bioaktif yang berkhasiat.
Hingga saat ini, ada sekitar 9 ribu jenis senyawa fitokimia yang sudah teridentifikasi, tetapi baru sekitar 200 jenis yang dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan.
"Modernisasi pengembangan produk herbal dan kosmetik berbahan biomassa, memerlukan bantuan ilmu yang sifatnya rasionalitas, salah satunya adalah komputasi eksperimen,” kata dia.
Kedua, berupa nilai keekonomian atau daya saing dari produksi, sehingga industri herbal dan kosmetik bisa berperan di tengah masyarakat yang terus berkembang.
Metode In Silico dengan teknik molecular docking simulation adalah cara untuk memprediksi interaksi antara senyawa obat atau fitokimia (ligan) dengan protein target berupa enzim atau reseptor.
Dewi juga menambahkan simulasi produksi (SP) obat herbal perlu dilakukan untuk mengetahui daya saing atau viabilitas ekonominya.
“Dari penelitian yang telah dilakukan, saya telah menghasilkan tiga produk obat herbal dan satu bahan kosmetik yang diproduksi secara terbatas,” tuturnya.
Hasil inovasi tersebut, di antaranya Jamu Serba Guna Bancar Resik (SGBR), yaitu obat herbal untuk mencegah atau mengurangi atheroschlerosis.
Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Indonesia Dewi Tristantini mengembangkan produk berbahan biomassa untuk kemajuan industri herbal.
- Komitmen BPOM Soal Pengawasan Produk Kosmetik yang Beredar di Masyarakat
- Hizrah Bacan Fokus Mengembangkan Bisnis Madu Hijau
- 7 Herbal Terbaik untuk Meningkatkan Nafsu Makan
- Transformasi Minyak Balur Kutus Kutus Menjadi Sanga-Sanga
- BPOM Bantah Isu di Medsos soal Produk Ratansha Gunakan Merkuri
- Inilah 7 Sub-Bidang Ilmu dari Kampus di Indonesia Masuk Top 100 Dunia