Guru Honorer Peserta Tes PPPK 2021 Gantung Diri, Komisi X DPR Bereaksi

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengaku prihatin atas kasus yang menimpa salah seorang guru honorer di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat yang tewas gantung diri.
Guru honorer berinisial BH alias Boy yang merupakan salah satu peserta tes PPPK tahap I itu ditemukan tewas gantung diri di kandang domba milik pamannya, Selasa (5/10) pukul 18.30 WIB.
Menurut Huda, kejadian tersebut harus menjadi perhatian pemerintah, terlepas dari sumber masalahnya yang kompleks dan seleksi PPPK guru bukan satu-satunya pemicu.
"Yang saya lihat status guru honorernya. Apalagi, almarhum masih muda sehingga sebenarnya lebih pantas untuk CPNS guru," kata Huda kepada JPNN.com, Kamis (7/10).
Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menegaskan sejak awal dia selalu konsisten mendorong agar guru jangan dijadikan PPPK.
Sebab, kata dia, PPPK itu hanya solusi jangka pendek untuk menyelesaikan persoalan honorer.
Dia justru mendorong pemerintah harus menjadikan guru sebagai PNS karena profesi tersebut sangat spesifik.
"Semestinya pemerintah memberikan kuota PPPK itu ke jabatan yang lain. Jangan guru karena tugasnya spesifik," tegasnya.
kasus guru honorer peserta tes PPPK 2021 gantung diri menyita perhatian Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, dia prihatin.
- Kampus Jadi Penerima Manfaat Tambang Setelah RUU Minerba Sah, Komisi X Buat 4 Catatan
- Terobosan, Inilah Solusi Konkret bagi Honorer yang Dirumahkan
- Hasil Pendataan Honorer Akan Dipilah Lagi, Silakan Disimak
- Langkah Andhika Satya Pangarso Diharapkan Menginspirasi Anak Muda
- Guru Honorer di Bengkulu Jadi Tersangka Penganiayaan Murid SD
- Dukung Kolaborasi Kementerian Imipas-Polri Berantas Narkoba di Lapas, Sahroni: Perlu Gebrakan!