Guru Pukul Murid, Wajah Lebam, Gigi Nyaris Copot

Tina dan Tomi kemudian mengadukan kejadian tersebut kepada kepala sekolah besok malamnya (14/4) lantaran hari itu bertepatan dengan libur Wafat Isa Almasih.
Keduanya menuntut kepala sekolah memecat L.
Orang tua Fel menilai sanksi dikeluarkan dari sekolah adalah bentuk hukuman yang pantas diterima si guru.
''Karena kejadian itu, anak saya tidak berani bersekolah. Dia sudah tidak masuk dua hari (Sabtu dan kemarin, Red),'' katanya.
Meski begitu, kasus dugaan pemukulan tersebut tidak sampai berlarut-larut.
Kemarin, keluarga Fel dan L melakukan mediasi di salah satu ruangan sekolah.
Saat Jawa Pos Radar Magetan berusaha meminta konfirmasi, salah seorang guru menyebut permasalahan sudah klir.
Dia juga menyatakan, kepala sekolah tidak berada di tempat lantaran tengah mengikuti penataran di Jogjakarta.
Kekerasan guru terhadap siswa kembali terjadi. Kali ini dilakukan L, salah seorang pengajar SDN 1 Mantren, Karangrejo, Magetan, Jatim.
- KPAI Minta Oknum Guru yang Lakukan Kekerasan Terhadap Murid di Malang Diberi Sanksi
- Oknum Guru di Surabaya yang Memukul Murid Mengaku Khilaf dan Meminta Maaf
- Oknum Guru yang Viral di Surabaya Jadi Tersangka
- Beredar Video Kekerasan Guru kepada Siswa di SMAN Bekasi, Ini Reaksi KPAI
- Dua Anak Polisi Alami Trauma Sering Dicubit Guru di Sekolah
- Lagi, Kasus Guru Pukul Sembilan Murid