Hari Buku Dunia 2021:
Gus Ami Ajak Tingkatkan Minat Membaca Guna Raih Kesejahteraan

Survei Progamme for International Student Assessment (PISA) pada 2015 misalnya, memosisikan Indonesia berada di urutan ke-64 dari 72 negara. Selama kurun waktu 2012 – 2015, skor PISA untuk membaca hanya naik 1 poin dari 396 menjadi 397.
Hasil tes tersebut menunjukkan bahwa kemampuan memahami dan keterampilan menggunakan bahan-bahan bacaan, khususnya teks dokumen, pada anak-anak Indonesia usia 9 – 14 tahun berada di peringkat sepuluh terbawah.
Hasil Asesmen Kompetensi Siswa Indonesia (AKSI)/Indonesia National Assessment Programme (INAP) yang mengukur kemampuan membaca, matematika, dan sains bagi anak sekolah dasar juga menunjukkan hasil serupa” ujar Gus Ami.
“Rendahnya minat baca juga akan menyebabakan kemampuan inovasi kita rendah. Padahal inovasi adalah kunci kemajuan bangsa. Bahkan Demokrasi hanya akan berkembang di suatu masyarakat yang para warganya adalah pembaca” ujar Gus Ami mengutip pendapat Daud Yoesoef.
Gus AMI mengatakan Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Literasi Sekolah, komunitas pembaca dan berbagai gerakan untuk meningkatkan minat baca harus terus kita gelorakan.
“Segala inisisasi yang dapat mendorong aktifnya gerakan literasi baik di sekolah maupun di masyarakat harus kita dukung dan kuatkan. Upaya penerbitan bahan bacaan oleh komunitas komunitas lolak harus kita dukung dengan meningkatkan anggaran ataupun fasilutas taman baca di tengah-tengah masyarakat,” ujar Gus Ami.(jpnn)
Gus AMI mengatakan Gerakan Literasi Nasional, Gerakan Literasi Sekolah, komunitas pembaca dan berbagai gerakan untuk meningkatkan minat baca harus terus kita gelorakan.
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa
- DPR Segera Bahas RKUHAP, Muncul Penegasan Penyidikan Harus Pakai CCTV
- Enggan Tanggapi Pengesahan UU TNI, Prabowo Hanya Tersenyum dan Lambaikan Tangan