Gus Ami: PMII Berperan Besar Melahirkan Reformasi dan Demokratisasi

jpnn.com, BALIKPAPAN - Ketua Majelis Pembina Nasional (Mabinas) Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan PMII memiliki kekuatan yang lebih dibanding organisasi-organisasi lain dalam membentengi kebinekaan di Indonesia.
"Komitmen kebangsaan PMII harus terus diperkuat. PMII harus menjadi garda terdepan dalam membentengi kebinekaan,” kata sosok yang karib disapa Gus Ami itu saat menghadiri Kongres XX PMII di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (17/3).
Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menyatakan PMII turut serta melahirkan reformasi yang semangat utamanya adalah perubahan, perbaikan, dan pembaruan.
Menurutnya, spirit reformasi tersebut telah melahirkan wajah demokrasi yang dinamis dan tumbuh dengan baik sehingga bisa dinikmati bersama oleh masyarakat Indonesia saat ini.
"Kader-kader PMII turut serta melahirkan reformasi sehingga wajah demokratisasi saat ini bisa kita nikmati bersama," ungkapnya.
Wakil ketua DPR RI ini menambahkan PMII juga telah meletakkan tonggak sejarah spirit perubahan tersebut melalui berbagai produk gagasan.
Salah satunya, ujar dia, pergerakan arus balik masyarakat pinggiran yang kemudian diadopsi oleh pemerintah dengan konsep membangun dari pinggiran.
Dia juga menyatakan progresivitas PMII selama ini telah melahirkan banyak kader yang turut serta mewarnai kancah perpolitikan nasional di wilayah eksekutif maupun yudikatif.
Abdul Muhaimin Iskandar alias Gus Ami meminta komitmen kebangsaan PMII harus terus diperkuat. PMII harus menjadi garda terdepan dalam membentengi kebinekaan.
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Solidaritas untuk Palestina, PMII Serukan Boikot 25 Merek Terafiliasi Israel
- Ray Rangkuti: Reformasi dan Reposisi Polri Sangat Urgen
- Misbakhun Buka-bukaan Data demi Yakinkan Pelaku Pasar di Bursa
- Aksi Tolak RUU TNI Masih Berlangsung, Sejumlah Pedemo Dibawa Sukarelawan Medis
- RUU TNI Disahkan Jadi UU, Sekjen KOPI Kecam Segala Bentuk Aksi Kekerasan yang Mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa