Gus Dur Borong PKL, Wolfowitz Ikut Joget Dangdut
Senin, 19 Oktober 2009 – 06:36 WIB

Gus Dur Borong PKL, Wolfowitz Ikut Joget Dangdut
Pesta untuk merayakan pernikahan Yenny-Faris berlanjut hingga tadi malam. Kali ini khusus untuk undangan yang terdiri atas pejabat, sahabat, dan kolega Gus Dur, serta teman Yenny dan Faris. Resepsi pernikahan itu berlangsung di Gedung Sampoerna Strategic, kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.
Sejumlah pejabat negara hadir. Antara lain, Sekjen Partai Demokrat sekaligus Ketua DPR Marzuki Alie, Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Akbar Tandjung, Ketua MPR Taufiq Kiemas yang hadir bersama istrinya, Megawati Soekarnoputri, yang juga ketua umum PDI Perjuangan. Selain itu, ada Mendagri Mardiyanto, Men PAN Taufiq Effendi, dan Komisaris Utama PT Pertamina Sutanto, Paul Wolfowitz, penyanyi Maia Estianti, dan personel Radja.
Selain mereka, ribuan kolega Gus Dur dan teman Yenny-Faris juga datang. Lantaran begitu banyak tamu, mereka harus antre panjang untuk memberikan ucapan selamat kepada mempelai. Gus Dur beserta istri dan pasangan Yenny-Faris tampak sabar menerima ucapan selamat mereka. Mulai pukul 19.00 hingga 21.30, tamu terus mengular. Selama itu pula, sambil duduk dan menyalami tamu, Gus Dur dipijit oleh pelawak Kirun.
Karena tamu banyak dan tangan kemeng, jabat tangan diskors sekitar 30 menit untuk memberi kesempatan kepada Gus Dur dan mempelai istirahat. Setelah itu, acara salam-salaman dilanjutkan. Para tamu dihibur musik campursari dan penyanyi Titi D.J. (nw)
BEGINILAH suasananya kalau Gus Dur mantu. Selain resepsi pernikahan yang diselenggarakan di gedung dan dihadiri tamu-tamu "penting?, juga
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Musala Al-Kautsar di Tepi Musi, Destinasi Wisata Religi Warisan Keturunan Wali
- Saat Hati Bhayangkara Sentuh Kalbu Yatim Piatu di Indragiri Hulu
- Kontroversi Rencana Penamaan Jalan Pramoedya Ananta Toer, Apresiasi Terhalang Stigma Kiri
- Kisah Jenderal Gondrong ke Iran demi Berantas Narkoba, Dijaga Ketat di Depan Kamar Hotel
- Petani Muda Al Fansuri Menuangkan Keresahan Melalui Buku Berjudul Agrikultur Progresif
- Setahun Badan Karantina Indonesia, Bayi yang Bertekad Meraksasa demi Menjaga Pertahanan Negara