Gus Muhaimin Usulkan 2 Ormas ini Jadi Kandidat Peraih Nobel Perdamaian

Gus Muhaimin juga mengatakan NU dan Muhammadiyah berjasa besar mengurangi dan menghapus sumber kekerasan atau konflik, melalui pencegahan radikalisasi dan melakukan deradikalisasi.
NU dan Muhammadiyah berperan besar dalam memulihkan demokrasi dan hak asasi manusia pada tahun 1998, tambah Muhaimin.
"Sejarah mencatat para tokoh serta cendekiawan NU dan Muhammadiyah ikut aktif menggerakkan sekaligus memprakarsai berbagai kebijakan publik dan undang-undang, yang menandai pulihnya sistem demokrasi ataupun lembaga-lembaga demokrasi di Indonesia."
"Di antaranya, UU Hak Asasi Manusia, penghapusan diskriminasi kepada etnis China, UU Sistem Jaminan Sosial Nasional, dan UU Antikorupsi," katanya.
Untuk mendukung NU dan Muhammadiyah meraih Nobel Perdamaian tersebut, Gus Muhaimin akan membentuk tim teknis untuk menulis surat pencalonan resmi dan mengirimkan ke panitia di Parlemen Norwegia.
Dia juga meminta Presiden Joko Widodo memberikan surat dukungan resmi terkait pencalonan tersebut.
"Saya sungguh-sungguh mengajak semua kalangan; khususnya kepada Presiden Joko Widodo, saya memohon beliau memberi dukungan sepenuhnya," tuturnya.
Menurut Gus Muhaimin, Jokowi sebagai presiden sangat berhak mengajukan pencalonan dan mendukung pemberian nominasi itu.
Gus Muhaimin mengusulkan dua ormas keagamaan ini menjadi kandidat peraih Nobel Perdamaian 2022-20203, begini alasannya.
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Komisi VI DPR Sidak Jasa Marga, Pastikan Kesiapan Arus Mudik Lebaran 2025
- Harlah ke-26, Garda Bangsa Gelar Festival Dai TikTok