Gus Yaqut: Mau Syiah, Ahmadiyah, NU atau Muhammadiyah, Sama di Depan Hukum

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyebut semua warga negara berkedudukan sama di hadapan hukum, apa pun kelompok dan golongannya.
Perbedaan yang terjadi di antara kelompok, termasuk dalam hal keagamaan harus diselesaikan dengan dialog tanpa tindakan-tindakan yang melanggar hukum.
“Dia mau Syiah, mau Ahmadiyah, mau NU, mau Muhammadiyah, mau siapa pun, di depan hukum itu sama. Oleh karena itu negara wajib melindungi mereka, anggota-anggota organisasi ini sebagai warga negara,” tutur Gus Yaqut, Minggu (27/12).
Dia melanjutkan, jika berbeda keyakinan, tidak boleh ada alasan kelompok yang paling besar mempersekusi, menghakimi sendiri kelompok yang lain.
"Ini sikap dasar pertama yang akan pemerintah pegang,” ujarnya.
Dia menambahkan, dialog menjadi sikap dasar yang harus dipilih untuk mengatasi berbagai perbedaan-perbedaan yang terjadi, termasuk terkait hal keagamaan.
Kedua, jika ada perbedaan pandangan, keyakinan, beda pendapat terkait hal-hal keagamaan sebaiknya diselesaikan dengan dialog.
"Kementerian Agama, dan saya sebagai Menag siap memberikan fasilitas mereka untuk berdialog. Itu sikap dasar,” tegas Menag.
Menag Gus Yaqut menegaskan semua kelompok dan golongan kedudukannya sama di depan hukum termasuk Syiah atau Ahmadiyah atau NU dan Muhammadiyah.
- Muhammadiyah Kritik Tren Kartu Lebaran Tanpa Ucapan Mohon Maaf Lahir Batin
- Makna Idulfitri 1446 Hijriah: Momen Kebersamaan, dan Berbagi
- Muhammadiyah Jakarta Minta Izin kepada Pramono Terkait Pembangunan Universitas
- Danone Menjalin Kemitraan Strategis dengan PBNU
- Digelar Serentak, Khataman Al-Qur’an NU Global Akan Menggema di Seluruh Dunia, Targetkan Rekor MURI
- Mendes Yandri Berkolaborasi dengan PP Muhammadiyah Kuatkan Ekonomi dan Dakwah di Desa