Habib Aboe: Penyerangan terhadap Ustaz tidak Boleh Diremehkan

Sehingga akan ada rasa saling menghormati atas kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di tengah masyarakat.
“Ini dapat menjadi salah satu upaya preventif yang cukup bagus,” ujar anggota MPR RI dari Dapil I Kalsel itu dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut Habib Aboe menambahkan upaya preventif lain yang bisa dilakukan adalah dengan pengamanan yang dilakukan oleh penyelenggara kegiatan.
Ketika menyelenggarakan kegiatan, kata dia, panitia harus sudah menyiapkan pola pengamanan untuk para ustaz yang memberikan ceramah atau pengajian.
“Hal ini perlu menjadi bagian dari SOP (standar operasional prosedur) penyelenggaraan kegiatan keagamaan yang menghadirkan ustaz, kiai, tuan guru atau tokoh agama lainnya,” papar ketua Mahakamah Kehormatan DPR RI itu.
Habib Aboe menambahkan ketika menyelenggarakan kegiatan yang cukup besar, maka panitia harus berkoordinasi dengan aparat kepolisian setempat, termasuk Bhabinkamtibmas.
“Sehingga nanti aparat keamanan dapat membantu menjaga keaamanan saat kegiatan dilaksanakan. Ini adalah salah satu upaya untuk menghindari kejadian penyerangan yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (boy/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
Anggota MPR Fraksi PKS Habib Aboe Bakar Al Habsy menegaskan penyerangan terhadap ulama tidak boleh diremehkan.
Redaktur & Reporter : Boy
- Danantara dan Komitmen Presiden Bagi Hilirisasi SDA-Tanaman Pangan
- Waka MPR Dorong Pemda Proaktif Sosialisasikan Persyaratan SPMB 2025 Secara Masif
- Waka MPR Sebut Inisiatif Putra Prabowo Temui Megawati Meneduhkan Dinamika Politik
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak
- Waka MPR: Jadikan Momentum Idulfitri untuk Memperkokoh Nilai-Nilai Persatuan Bangsa
- Waka MPR Eddy Soeparno Tekankan Transisi Harus Menguatkan Ketahanan Energi Nasional