Hacker Australia Ungkap Detail Operasi Rahasia Menghancurkan Unit Propaganda ISIS

"Di sini lebih mirip kantor biasa dan bukan sepasukan tentara yang memenuhi lapangan," ujarnya.
Pegawai ASD tidak mengenakan seragam. Mereka masuk kantor mengenakan jeans dan kemeja biasa. Senjata utama mereka hanyalah keyboard komputer.
Ketika Australia dan sekutunya berperang dengan kombatan ISIS dari darat dan udara, mereka menyadari betapa divisi propaganda online kelompok itu sangat mematikan.
ISIS pernah mempekerjakan 100 orang untuk propaganda, termasuk spesialis IT, desainer grafis dan produser konten video.

"ISIS menyebarkan pesan ke seluruh dunia, datanglah dan berjuanglah bersama kami," kata Staughton.
Kelompok teroris itu juga menerbitkan majalah digital dalam berbagai bahasa, lengkap dengan instruksi lokasi dan cara meluncurkan serangan.
KISAH di balik operasi peretasan yang berhasil menyusupi, lalu menghancurkan, unit propaganda kelompok teroris ISIS
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana