Hacker Australia Ungkap Detail Operasi Rahasia Menghancurkan Unit Propaganda ISIS

Secara sederhana, para ahli siber Australia mendobrak pintu, mencuri segala sesuatunya di ruangan itu, dan memasang gembok besar di pintu sehingga ISIS tidak bisa lagi mengaksesnya.
"Target kami itu menerbitkan publikasi yang digunakan merekrut pengikut dan foto-foto dari medan perang," katanya.
"Kami menyasar jaringan yang menghosting konten dari medan perang, yang mereka lengkapi dengan desain grafis, yang kemudian mereka simpan atau sebarkan secara global melalui situsnya," ujar Sarah.
Serangan awal tim Australia ini kemudian disusul serangan lebih lanjut pada jaringan ISIS selama seminggu.
Tim ASD berhasil mengambil tiga terabyte data dari jaringan ISIS, termasuk foto, video dan dokumen.
Bahkan back-up dari sistem mereka pun berhasil dihapus sehingga ISIS tak punya pilihan lain kecuali membangun kembali mesin propagandanya dari awal.
Pembumihangusan
Akibat serangan ini, menurut Ben Staughton, sudah tidak mungkin bagi anggota ISIS untuk masuk ke jaringan tersebut.
"Ibarat pembumihangusan. Anda tidak punya akses lagi ke email, ke jaringan tertutup, ke kemampuan produksi media," jelasnya.
KISAH di balik operasi peretasan yang berhasil menyusupi, lalu menghancurkan, unit propaganda kelompok teroris ISIS
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana