Hacker Ungkap Fasilitas Nuklir Israel
Kamis, 29 November 2012 – 10:03 WIB
WASHINGTON - Badan Nuklir Internasional (IAEA) mengaku terjadi serangan hacker pada salah satu servernya. Sang hacker lantas memposting rincian kontak 100 ahli IAEA dan menyerukan mereka untuk melawan Israel atas kepemilikan senjata nuklir yang selama ini ditutup-tutupi.
Kelompok yang menyebut dirinya "Parastoo" atau burung Walet menerbitkan pernyataan "Parastoo Hacks IAEA" 25 November lalu. "Israel memiliki senjata nuklir praktis dan tidak terikat perjanjian nuklir dunia, biokimia dan kimia yang dihormati di dunia internasional," ujarnya.
Mereka menyatakan menuntut para ahli untuk menandatangani petisi yang meminta penyelidikan terbuka IAEA atas kegiatan nuklir Israel di fasilitas penelitian nuklir Negev yang terletak dekat kota Dimona.
Menurut RT (28/11), dipercayai Israel memiliki senjata nuklir, meskipun itu tidak pernah dikonfirmasi atau ditolak pemerintah zionis. Namun, Tel Aviv sendiri mengambil sikap keras terhadap Iran atas rencana pengembangan fasilitas nuklirnya dan mengklaim itu untuk membuat senjata pemusnah massal dan menggambarkan Republik Islam sebagai ancaman terbesar di Timur Tengah.(esy/jpnn)
WASHINGTON - Badan Nuklir Internasional (IAEA) mengaku terjadi serangan hacker pada salah satu servernya. Sang hacker lantas memposting rincian kontak
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
BERITA TERKAIT
- Mantan Presiden Amerika Meninggal Dunia, Palestina Ikut Berduka
- 179 Orang Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Korsel
- Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban Kecelakaan Pesawat Jeju Air di Korsel
- CDC: Kasus Norovirus di Amerika Serikat Terus Meningkat Tajam
- Mahasiswa Asing Diminta Kembali ke Amerika Sebelum Pelantikan Donald Trump, Ada Apa?
- 50 Warga Palestina Tewas Akibat Serangan Udara Israel di Dekat RS Kamal Adwan