Hadapi Pemilu, Guru Diminta Netral

jpnn.com - SAMPIT--Pemilihan legislatif (Pileg) tinggal hitungan bulan lagi. Untuk itu seluruh guru yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap menjaga netralitas dalam pemilu kali ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Kotim Muhammad Yusuf, melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar Abdul Khodir, belum lama ini.
Disdik mengingatkan agar para guru yang ada di Kotim tidak ikut menyibukkan diri dalam gelaran pesta demokrasi tersebut. Mengingat guru memiliki pengaruh yang penting dalam masyarakat dan Pileg 2014.
"Bulan April nanti akan ada pemilihan umum, berharap seluruh pegawai yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan agar bersikap netral," kata Abdul Khodir.
Di dalam peraturannya guru tidak diperkenankan sibuk dan aktif di partai politik, apalagi di pesta demokrasi seperti pileg yang digelar 9 April 2014 mendatang. Guru harus lebih disiplin dan bersikaf netral pada pileg, mengingat guru merupakan pegawai negeri sipil (PNS) yang menjadi abdi negara, diatur dalam Peraturan Pemerintah No 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS Larang Guru Berpolitik.
Tidak hanya itu guru juga diminta fokus mengingat pelaksanaa ujian nasional juga akan dilaksanakan tidak jauh dari rentang pileg yang akan dilaksanakan.
"Bulan Mei akan ada ujian nasional untuk SMP diperkirakan tanggal 5 sampai 8 Mei, sementara untuk SD tidak ada ujian nasional untuk SD, hanya ada ujian sekolah," jelas Khodir. (oes/ton)
SAMPIT--Pemilihan legislatif (Pileg) tinggal hitungan bulan lagi. Untuk itu seluruh guru yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tetap menjaga
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- HNW Usulkan ke Prabowo Terbitkan Keppres yang Tetapkan 3 April sebagai Hari NKRI
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- Keponakan Jadi Komisaris di BUMN, Surya Paloh Bilang Begini
- Ini Respons Dasco atas Kebijakan Trump soal Tarif Impor
- Kemendagri Tegaskan Komitmen Dukung Kelancaran PSU Pilkada 2024 di 6 Daerah Ini
- Marwan Minta Pemerintah Antisipasi Dampak Tarif Impor Baru yang Diumumkan Trump