Hadapi Situasi Politik, Jokowi Harus Pintar, Kuat, dan Berani
jpnn.com - JAKARTA - Mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Pembangunan VII Tanri Abeng menyatakan jika hawa panas politik di Indonesia saat ini sangat berpengaruh pada dunia usaha.
Untuk seberapa besar dampak yang akan dirasakan oleh dunia usaha, CEO OSO Group itu mengatakan, hal itu tergantung dari seberapa lama suasana politik terus memanas.
"Dunia usaha itu bergerak dalam alam yang diliputi suasana psikologis. Jadi faktor psikologis saja pun bisa sangat berpengaruh. Pengaruh itu bisa dilihat dari gerakan pasar modal yang melemah, investor yang kabur dan sebagainya. Bisa dibayangkan kalau semakin lama," ujar Tanri saat ditemui di sela kunjungan ke kantor Jawa Pos di Jakarta, kemarin.
Karenanya, Tanri meminta pada pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla untuk bisa segera menyelesaikan ketidakpastian psikologis yang terjadi saat ini.
Caranya, dengan bisa meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah bisa tetap berdiri dengan program-program yang baik meski dalam situasi seperti ini.
"Pemerintah harus tampil dengan program yang mengatakan bahwa apapun gonjang-ganjing politik, program mereka bisa berjalan," urainya.
Oleh sebab itu, lanjut dia, pemerintah harus benar-benar membuat program atau kebijakan yang bisa diterima atau diadopsi dengan baik. Sehingga kebijakan-kebijakan tidak akan memiliki celah untuk dapat dimentahkan.
Hal itu pun kemudian mengharuskan presiden dan wakil presiden terpilih untuk pintar-pintar memilih menteri dalam kabinet mereka nanti.
JAKARTA - Mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Kabinet Pembangunan VII Tanri Abeng menyatakan jika hawa panas politik di Indonesia
- Riyono Komisi IV: Kenaikan PPN Bertentangan dengan Spirit Ekonomi Pancasila
- Legislator Golkar Minta Pemerintah Tolak Investasi Starlink, Ini Alasannya
- KPK Didesak Dalami Info Pertemuan Abdul Gani Kasuba dan Anak Komisaris Mineral Trobos
- Kutuk Aksi Carok di Sampang, Kiai Nasih Dorong Proses Hukum yang Cepat
- Pj Gubernur Sumut Jajaki Kerja Sama Pendidikan dan Perdagangan dengan Jepang
- Forum Kiai Jakarta Sebut Pernyataan Suswono Bukan Penistaan Nabi Muhammad