Haidar Alwi: Yang Bilang Pilpres Curang Jiwanya Perlu Perawatan

"Jika kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif tidak mampu diungkap faktanya oleh individu atau suatu kelompok yang mengembuskan isu itu, sama saja halusinasi. Mereka perlu perawatan atau penanganan khusus masalah kejiwaan dan mental," katanya.
BACA JUGA: Sekjen Demokrat Sebut Ada Kesalahan Entri Data di Sistem Hitung KPU
Haidar kemudian mengingatkan pihak - pihak yang menuding Pilpres 2019 diwarnai kecurangan menempuh jalur hukum yang berlaku.
"Negara kita adalah negara berdasarkan hukum, bukan kekuasaan. Karena itu, segala sesuatu masalah beraroma hukum seperti sengketa hasil pilpres harus dilakukan sesuai koridor hukum yang berlaku. Hukum itu sifatnya memaksa. Sebagai warga negara yang baik sudah seharusnya taat hukum, sehingga semua kepentingan masyarakat dapat terjaga," pungkas Haidar. (gir/jpnn)
Isu kecurangan secara terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada Pilpres 2019, bukan hal baru, tetapi sudah muncul pada Pilpres 2014.
Redaktur & Reporter : Ken Girsang
- Unggul Versi Quick Count, Paslon 03 Cetak Sejarah di Pilkada Tambrauw
- Unggul di Quick Count, Ela Nuryamah Berterima Kasih Kepada Warga Lampung Timur
- ASR-Hugua Unggul di Pilgub Sultra versi Quick Count Charta Politika
- Data 100 Persen, Ini Hasil Hitung Cepat Indikator untuk 6 Provinsi di Luar Jawa
- Hasil Quick Count Poltracking untuk Pilgub Jatim: Khofifah-Emil Menang Telak 59,22 Persen
- Quick Count Indikator: Dadang-Ali Kalahkan Sahrul-Gun Gun di Kabupaten Bandung