Hakim Konstitusi Dukung Nanan Jadi Kapolri

Hakim Konstitusi Dukung Nanan Jadi Kapolri
Hakim Konstitusi Dukung Nanan Jadi Kapolri
Susno, kata Akil, sejatinya sangat ideal. Namun karena cara-cara dan gerakan yang dilakukannya cukup frontal, banyak yang tak simpati. Apalagi ternyata dia ikut terbelit kasus hukum yang dia laporkan sendiri. Yakni sebagai tersangka dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari dan penggunaan dana hibah Pemprov Jawa Barat. Itu, kata Akil, sangat berat. "Masak calon Kapolri terkena kasus hukum, itu kan nggak bisa juga," katanya.

Nah, satu nama yang tersisa adalah Nanan Soekarna. Menurut Akil, rekam jejak Nanan sejatinya cukup bagus. Memang, mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu sempat tergelincir kasus kematian Ketua DPRD Sumatera Utara Abdul Aziz Angkat dalam demo anarkis. Saat itu dia menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara. "Tapi dia kan tidak terlibat langsung. Itu tanggung jawab Poltabes, bukan Kapolda," katanya.

Nanan, kata Akil, sangat mumpuni untuk mengawal reformasi Polri. Sebab, kata dia, reformasi Polri saat ini bukan lagi soal peralatan, gaji polisi, dan fasilitas-fasilitas lainnya. Reformasi yang mendesak adalah kultur polisi. "Harus dibenahi mentalitasnya, pendidikan, dan sistem rekrutmennya," ujarnya.(aga)


JAKARTA -- Bursa pengganti Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri mulai ramai. Hakim konstitusi Akil Mochtar secara terang-terangan menunjuk


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News