Haloooo, Kapan Pastinya Babaranjang Ini Direlokasi?

Pada 2016, pengangkutan batu bara sampai Desember mencapai 15.132.362 ton. Pencapaian itu hanya meleset 7,75 persen dari rencana 16.403.930 ton. Di mana dari pencapaian tersebut, sebanyak 97,18 persen atau 14.706.149 ton diangkut menggunakan KA babaranjang. Selebihnya, 426.213 ton, diangkut menggunakan tongkang.
Tahun ini PT BA Lampung memiliki target mencapai 18 juta ton. Dari jumlah itu, 65 sampai 76 persen untuk kebutuhan domestik, yaitu PLTU dan PLN. Selebihnya untuk diekspor. ’’Kalau cuma diangkut malam hari tentu tidak bisa mencapai target yang ada. Dan kami beroperasional berdasarkan penjadwalan dari pihak PT KAI,” ujar Radiansyah kemarin.
Kemudian, mengenai wacana relokasi untuk tidak melintas di dalam kota, dia mengaku belum mendapat informasi terbaru. ’’Memang benar kami sempat dengar tentang rencana itu. Tapi sampai saat ini kita belum mendapat kabar terbaru kapan waktunya,” ucap dia.
Pada kesempatan kemarin, ia menampik informasi yang menyatakan KA Babaranjang akan mengangkut sampai dengan 70 rangkaian. ’’Kapasitas gerbong kita hanya mampu menarik 60 rangkaian. Itu pun dua gerbong KA,” sebutnya. (sur/c1/sur)
Desakan merelokasi kereta api batu bara rangkaian panjang (babaranjang) di Kota Bandarlampung belum juga mendapat jawaban yang pasti.
Redaktur & Reporter : Budi
- H-1 Lebaran, 21.641 Penumpang Naik dari Stasiun Daop 8 Surabaya
- Mudik Makin Ramai, KAI Tambah Kereta Semarang-Pasar Senen, Tiket Rp 150 Ribu
- Kapolri Instruksikan Antisipasi Kejahatan di Stasiun untuk Mudik Lebih Aman
- Perjalanan 18 Kereta Api Terlambat Akibat Genangan Air di Batang
- Polda Lampung Ungkap Hasil Forensik Peluru yang Menewaskan 3 Polisi di Lokasi Sabung Ayam
- Ada Genangan Air di Batang, Kereta Api Gumarang Terhenti di Semarang Hampir 2 Jam