Hamas Tiru Taktik Hizbullah
Andalkan Terowongan Rahasia
Rabu, 07 Januari 2009 – 05:36 WIB

Hamas Tiru Taktik Hizbullah
GAZA - Hingga hari ke sepuluh, tank-tank dan moncong senjata ribuan serdadu Israel terus memburu pejuang Hamas di Jalur Gaza. Namun, toh militer Negeri Yahudi itu belum juga mampu sepenuhnya mengusir laskar organisasi Islam garis keras tersebut keluar dari wilayah yang telah mereka sejak 2007 itu.
Apa sumber kekuatan Hamas? Menurut seorang petinggi militer Israel sebagaimana dikutip harian The Independent, jawabnya terletak pada terowongan-terowongan rahasia di bawah perbatasan Gaza dengan Mesir. Terowongan-terowongan itulah yang digunakan untuk menyelundupkan senjata kepada Hamas. Hingga kini, Israel memperkirakan masih tersisa sekitar 20 ribu pejuang Hamas dan sejumlah besar senjata.
Baca Juga:
Diyakini, ada ratusan terowongan silang menyilang sepanjang belasan kilometer yang menghubungkan perbatasan Gaza dan Mesir. Terowongan-terowongan itu biasa disebut Koridor Philadelphia dan telah dibangun bertahun-tahun lalu dengan panjang dan kedalaman bervariasi. Dari "gorong-gorong" di bawah tanah itulah segala kebutuhan Hamas dipasok. Mulai roket hingga ternak. Termasuk menjadi jalur cepat bagi petinggi Hamas untuk keluar-masuk Palestina secara aman.
"Pemerintah Israel awalnya tak menganggap serius (terowongan), tak mencari tahu dan menghentikan. Masalah yang mereka (Israel) hadapi sekarang adalah harus menghancurkan terowongan-terowongan itu dan memastikan tak dibangun lagi di masa mendatang,'' kata Profesor Efraim Inbar, Direktur Bar-Ilan University's Begin-Sadat Centre for Strategic Studies, kepada The Independent.
GAZA - Hingga hari ke sepuluh, tank-tank dan moncong senjata ribuan serdadu Israel terus memburu pejuang Hamas di Jalur Gaza. Namun, toh militer
BERITA TERKAIT
- Gempa M 7,2 Melanda Lepas Pantai Papua Nugini
- Gempa Myanmar, Korban Meninggal Dunia Mencapai 3.301 Orang
- Tornado Menyapu Amerika, 55 Juta Jiwa Terancam
- Trump Berulah, Macron Desak Perusahaan Prancis Setop Berinvestasi di Amerika
- Kanselir Jerman Sebut Donald Trump Merusak Tatanan Niaga Global
- Lebih dari 3.000 Orang Tewas Akibat Gempa Myanmar