Hampir Separuh dari Kasus Cerebral Palsy Disebabkan Mutasi Genetik

Para peneliti di Universitas Adelaide mengungkapkan, hampir 45% dari kasus cerebral palsy disebabkan oleh mutasi genetik dan bukannya oleh komplikasi pada saat kelahiran.
Penelitian ini didasarkan pada penelitian yang diterbitkan pada bulan Februari, yang menunjukkan 14% kasus keterbatasan ini memiliki hubungan genetik.
Penelitian ini juga menemukan bahwa meski ada peningkatan jumlah persalinan caesar dari 5% menjadi 34% selama 50 tahun terakhir, tak ada perubahan dalam jumlah kasus cerebral palsy.
Para peneliti di Universitas Adelaide mengungkapkan, hampir 45% dari kasus cerebral palsy disebabkan oleh mutasi genetik dan bukannya oleh komplikasi pada saat kelahiran.
Profesor Emeritus Alastair MacLennan mengatakan, dokter caesar seringkali berada di bawah ketakutan akan munculnya kasus keterbatasan itu.
Ia berharap, temuan timnya akan menghasilkan lebih sedikit tuduhan terhadap dokter caesar dan mengurangi ancaman terhadap staf kebidanan.
"Meningkatnya jumlah operasi caesar sebenarnya mengarah pada kematian ibu di operasi kedua, ketika mereka mengulangi operasi itu," terang Alastair.
Ia menjelaskan, "Hal ini adalah temuan yang cukup dramatis dan kita harus mengubah cara kita berpikir tentang cerebral palsy dan cara kita untuk menghukum orang-orang yang mencoba membantu.”
Para peneliti di Universitas Adelaide mengungkapkan, hampir 45% dari kasus cerebral palsy disebabkan oleh mutasi genetik dan bukannya oleh komplikasi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana