Hampir Separuh dari Kasus Cerebral Palsy Disebabkan Mutasi Genetik

Tapi Tony Kerin dari firma hukum ‘Maurice Blackburn Lawyers’ mengatakan, laporan itu hanya salah satu dari beberapa banyak dan tak harus menghilangkan hak orang tua untuk mencari keadilan bagi kelalaian medis.
Ia mengatakan, sementara penelitian tersebut akan digunakan dalam proses pengadilan, ada beberapa bukti yang masih menunjukkan bahwa komplikasi kelahiran menyebabkan cerebral palsy.
"Ada sejumlah ahli dan bukti yang mengatakan bahwa ada alasan lain selain genetik mengapa orang menderita cedera persalinan dan cerebral palsy," sebut Tony.
"Bukti itu adalah apa yang digunakan untuk membangun sebuah kasus karena hukum memberi hak itu. Bukti itu masih ada terlepas dari laporan ini," sambungnya.
Profesor Alastair mengatakan, penelitian lanjutan selama beberapa tahun ke depan masih diperlukan tetapi dipercayai bahwa, akhirnya, hal ini akan mengarah ke tes genetik untuk cerebral palsy sebelum dan selama kehamilan.
Para peneliti di Universitas Adelaide mengungkapkan, hampir 45% dari kasus cerebral palsy disebabkan oleh mutasi genetik dan bukannya oleh komplikasi
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Dunia Hari Ini: Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Diturunkan dari Jabatannya
- Babak Baru Perang Dagang Dunia, Indonesia Jadi 'Sasaran Empuk'
- Dunia Hari Ini: Barang-barang dari Indonesia ke AS akan Dikenakan Tarif 32 Persen
- Warga Indonesia Rayakan Idulfitri di Perth, Ada Pawai Takbiran
- Daya Beli Melemah, Jumlah Pemudik Menurun
- Dunia Hari Ini: Mobil Tesla Jadi Target Pengerusakan di Mana-Mana