Hanya 0,2 Persen Warga Jadi Nasabah Bank Sampah

jpnn.com - BALIKPAPAN - Ketua Ecco Walibar Sri Ismudiati mengatakan, Balikpapan bisa menjadi lautan sampah jika tak dilakukan penanggulangan. Karena itu, perempuan yang juga merupakan aktivis lingkungan ini sangat fokus dan ingin menggerakkan masyarakat dengan menjadi nasabah bank sampah.
Dia menilai, dari sisi lingkungan, bank sampah memberikan dampak positif bahkan nilai ekonomis. Sampai sekarang sudah ada 90 bank sampah di 34 kelurahan. Setiap bulan dilakukan 1-2 kali penimbangan dengan jumlah mencapai 60-70 kilogram sampah per bank sampah.
“Sebenarnya jika masyarakat sadar bagaimana memilah sampah yang bisa didaur ulang maupun yang tidak, jumlah sampah kita sangat sedikit. Dan umur TPA kita juga lebih panjang karena hanya mendaur sisa sampah yang tidak diterima di bank sampah,” jelasnya.
Menurut dia, permasalahan yang dihadapi ialah minimnya kesadaran masyarakat terhadap sampah. Dari sekian banyak warga Balikpapan, hanya 0,2 persen yang menjadi nasabah bank sampah. Terlebih harga sampah telah turun menjadi Rp 2 ribu per kilogram.
“Kita sangat kalah cepat dengan Jepang, dan mereka membutuhkan setidaknya 50 tahun untuk menangani sampah. Kalau kita?” (azu/fir/jos/jpnn)
BALIKPAPAN - Ketua Ecco Walibar Sri Ismudiati mengatakan, Balikpapan bisa menjadi lautan sampah jika tak dilakukan penanggulangan. Karena itu, perempuan
Redaktur & Reporter : Tim Redaksi
- Taj Yasin Ikut Retret di Akmil Magelang dengan Semangat Bangun Jawa Tengah
- Direktur PT NWR Sampaikan Duka Mendalam atas Kecelakaan Tragis di Sungai Segati
- Konsumen Bisa Ajukan Gugatan soal BBM Oplosan
- Masyarakat Keberatan Kenaikan 71,3% Tarif PAM Jaya, Francine PSI Surati Gubernur Jakarta
- Dukung Ketahanan Pangan, Polda Riau Panen 156 Ton Jagung
- Ops Keselamatan Lodaya 2025: Angka Kecelakaan Naik 100 Persen