Hanya Orang Berpikiran Sempit yang Kritik Program Infrastruktur Jokowi

Melalui dana desa, Jokowi juga membangun jalan desa sepanjang 191.000 kilometer. Dia juga membangun jembatan laut, bandara, waduk.
Di pemerintahan Jokowi, Indonesia memasuki revolusi transportasi dengan LRT (Light Rail Transit), MRT (Mass Rapid Transit) yang semuanya demi kelancaran mobilisasi masyarakat.
‘’Tanpa mengurangi penghargaan kita kepada pemimpin-pemimpin terdahulu, harus diakui baru di era Jokowi kita merasakan adanya percepatan pembangunan infrastruktur yang signifikan,’’ katanya.
BACA JUGA : Taufik Gerindra Sentil Proyek Infrastruktur di Era Jokowi
Kepada para pengeritik Jokowi yang menyebutkan tidak adanya manfaat pembangunan infrastruktur yang masif, Syarif Alkadrie yang juga Sekretaris Fraksi NasDem DPR RI itu menunjuk contoh Tiongkok
Negeri Tirai Bambu itu, katanya, bisa mencapai pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia. Salah satunya karena ditopang adanya pembangunan infrastruktur yang masif.
Di masa lalu Tiongkok secara gencar membangun infrastruktur khususnya jalan yang menghubungkan berbagai daerah, dan sekarang menikmati hasilnya sebagai kawasan dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi menggeser Amerika Serikat.
‘’Kita semakin yakin Jokowi sudah on the right track. Semua pembangunan infrastruktur itu akan memudahkan Indonesia memasuki masa depan sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi,’’ katanya.
Hanya di era Jokowi inilah sangat terasa lonjakan pembangunan infrastruktur yang tidak hanya terkonsentrasi di Jawa.
- Surya Paloh: Kenapa Kami Tidak Ada di Kabinet Rezim Prabowo?
- NasDem Menghormati Jika Jokowi Pilih Gabung PSI
- Gubernur Herman Deru Minta Pembangunan Infrastruktur Jadi Prioritas
- Raker dengan Pejabat di Kementan, Legislator NasDem Sorot Program Cetak Sawah
- Fauzi Amro Lepas Rombongan Mudik Gratis SAFA ke Sumsel
- Mudik Lebaran 2025, Demul Pastikan Infrastruktur Jabar Relatif Sudah Bagus