Harapan Jokowi Saat Pelantikan Pengurus MAPORINA Periode 2021-2022

jpnn.com, JAKARTA - Indonesia harus secepatnya membangun sistem pertanian modern yang ramah lingkungan, terutama menghadapi ancaman ketahanan pangan dan krisis global.
Demikian amanat Presiden RI Joko Widodo dalam pelantikan Pengurus Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) di Perpustakaan Nasional pada Selasa (22/2).
Menurut Jokowi, di tengah pandemi kebutuhan pangan masyarakat internasional makin meningkat. Pembatasan mobilitas menjadi ancaman adanya krisis pangan. Sehingga Indonesia tidak boleh bergantung pada pasokan dari luar.
“Potensi sektor pertanian kita sangat besar, baik sektor domestik dan peluang ekspor terbuka lebar. Sudah seharusnya kita Pertanian organik mengambil momentum ini,” kata Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Jokowi menyampaikan pertanian organik adalah masa depan. Kesadaran akan kesehatan, ekologi, keadilan, dan kepedulian menjadi kesadaran baru masyarakat internasional.
Jokowi berharap MAPORINA bisa mengajak generasi muda untuk turut mengembangkan pertanian berkelanjutan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum MAPORINA Subandriyo mengatakan momentum pelantikan pengurus pusat dan 14 pengurus wilayah sekaligus ulang tahun ke-22 MAPORINA ini, menjadi langkah awal MAPORINA untuk turut menyiapkan masa depan Indonesia.
Peluncuran MAPORINA TV, website, dan media sosial MAPORINA juga dilakukan sebagai bentuk starting point rebranding dan repositioning MAPORINA di tengah masyarakat.
Presiden RI Joko Widodo menyampaikan harapannya pada acara pelantikan Pengurus Masyarakat Petani dan Pertanian Organik Indonesia (MAPORINA) di Perpustakaan Nasional pada Selasa (22/2).
- Simak Penilaian Gibran tentang Didit Prabowo, Begini
- Lihat yang Dilakukan Gibran saat Mudik ke Solo, Paten!
- Pak Luhut Sudah ke Rumah Jokowi di Hari Pertama, Ada Kompol Syarif
- Bulog Cetak Penyerapan Gabah Petani Capai 725.000 Ton, Rekor Tertinggi 10 Tahun Terakhir
- Meraup Untung dari Kemacetan Arus Mudik, Pedagang Kopi Keliling Berseliweran
- Serapan BULOG Melonjak 2.000 Persen, Hendri Satrio: Dampak Tangan Dingin Mentan Amran