Harga Bahan Pokok Naik Selama Ramadan, MUI Bereaksi

jpnn.com, JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) berekasi atas kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan.
"Kami tentu sangat prihatin dengan situasi seperti ini. Pada saat umat Islam sedang Ramadan dan pertumbuhan ekonomi yang sangat lemah diperparah dengan meroketnya harga-harga kebutuhan pokok," kata Ketua MUI Jeje Zaenudin dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat.
Oleh karena itu, MUI mendorong pemerintah untuk bekerja keras mengatasi kenaikan harga sejumlah bahan pokok, terutama saat Ramadan.
Jeje memahami kesulitan yang dihadapi oleh pemerintah.
Apalagi pemerintah memiliki sejumlah program-program strategis yang memerlukan anggaran besar.
Namun, di sisi lain, kata dia, masyarakat meminta agar pengendalian harga kebutuhan pokok lebih diprioritaskan ketimbang proyek-proyek raksasa yang tidak bersentuhan langsung dengan hajat hidup masyarakat secara luas.
Guna menghindari terjadinya kelangkaan barang di pasar, Jeje mengimbau masyarakat untuk berhemat dan mengendalikan diri dari budaya konsumtif saat Ramadan.
Bulan ini, kata dia, merupakan momentum untuk menjaga diri dari hawa nafsu, termasuk perilaku konsumtif.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berekasi atas kenaikan harga bahan pokok selama Ramadan.
- Pemudik Diimbau Pulang Lebih Awal Hindari Puncak Arus Balik, Manfaatkan Diskon Tol
- Lonjakan Kendaraan di GT Kalikangkung Saat Arus Balik Lebaran Capai 158 Persen
- Angka Kecelakaan Mudik Turun, Anggota Komisi III Minta Semua Pihak Optimalkan Pelayanan
- Salat Id di Wilayah Polres Priok Berjalan Khidmat Berkat Sinergi Masyarakat dan Aparat
- Ketua MUI Ajak Umat Islam Tetap Memiliki Integritas Seusai Ramadan
- Johan Rosihan PKS: Idulfitri jadi Momentum Membangun Negeri dengan Akhlak