Harga BBM Naik, Jokowi Diminta Segera Copot Menteri BUMN
jpnn.com, JAKARTA - Ketua Jaringan Aktivis Reformasi Indoensia 98 (Jari 98) Willy Prakarsa mengkritisi keputusan pemerintah yang menaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
Untuk itu, dia mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) segera mencopot Menteri BUMN Rini Soemarno dari jabatannya.
“Presiden Jokowi harus tegas copot Menteri BUMN," tegas Willy kepada wartawan di Jakarta, Senin (2/7).
Di mana, pemerintah menaikkan Pertamax Rp 600 menjadi Rp 9.500 per liter, harga Pertamax Turbo naik Rp 600 menjadi Rp 10.700 per liter.
Sementara harga Pertamina Dex naik Rp 500 menjadi Rp 10.500 per liter, dan Dexlite naik Rp 900 menjadi Rp 9.000 per liter.
Menurut dia, kenaikkan itu bisa membuat ekonomi rakyat yang kembang kempis semakin tercekik.
Willy juga meminta Jokowi mencopot Menteri Keuangan Sri Mulyani lantaran lemahnya rupiah atas dolar yang belakangan terjadi.
"Bisa juga menambah personel wantimpres ahli ekonomi untuk mengawasi kinerja Menkeu dan Menteri BUMN di balik kenaikkan harga BBM," tuturnya.
Kenaikkan harga BBM jenis Pertamax bisa membuat ekonomi rakyat yang kembang kempis semakin tercekik.
- Harga BBM Nonsubsidi Naik Turun, Pengamat: Masyarakat Jangan Galau
- Harga Pertamax Naik, Komisi VI: Menjaga Potensi Pemasukan Negara
- Harga Pertamax Naik, Persaingan dengan SPBU Swasta Dinilai jadi Lebih Sehat
- Harga Pertamax Naik tetapi Tetap Paling Terjangkau
- Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Naik Per 2 Agustus, Pertamax Tetap
- Harga Pertamax Series Dinilai Layak Dinaikkan Agar tak Membebani APBN